Istri yang Terbuang
Bahkan nampak, hampir belum tersentuh.
“Lidah ku, rasanya pahit, Mas. Apa lagi, kalian terus-terusan ribut tiap hari.”
Sejujurnya, ia juga tak tahan jika harus terus membujuk istri pertamanya. Bahkan ia juga merasa kasihan, jika Nirmala harus terus mengalah pada istri pertamanaya. Wajah lelah terus terlihat di wajah Nirmala setiap hari, bagaimana bisa dia hamil jika tertekan begini.