여기 struggling artinya와 관련된 94개의 소설이 있습니다. 일반적으로 struggling artinya와 같은 이야기는 Fantasi, Romansa 및 Urban 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Rantai Gen Mekanik부터 시작해보세요!
Kegagalan berarti tidak ada kesempatan kedua.
"Fiuh, sepertinya aku belum cukup memahami Baja Bintang. Mari kita coba lagi."
Neo menarik napas dalam-dalam. Tapi dia tidak berhenti. Jika dia takut dengan hilangnya bahan-bahan berharga, bagaimana dia bisa menempa Artefak?
"Coba lagi!"
Bang! Bang! Bang! Puff!
Bang! Bang! Bang! Puff!
“Besok lagi nggak usah ngantar ke sanggar lah. Darting aku.”
“Darting adalah?” tanya Maha.
“Entah!” Pulung ketus dan Maha tidak tahu apa kesalahannya.
“Oh ya sayang—”
“Nggak usah manggil sayang-sayang!”
Salahku apa?
Pertanyaan Maha hanya bersuara dalam hati.
“Sudah ketemu sama konsepnya? Baju-bajunya yang pengen kamu bikin mungkin. Dekorasinya? Cateringnya? Atau—”
Art berusaha menjelaskan sesuai porsi.
Para pria itu saling beradu pandang.
Penjelasan Art setenang itu. Seperti sebuah kalimat terkenal yang terdengar indah; Jika tak salah, buat apa takut.
“Hh!” Satu pria mengolok Art dengan senyuman miring. Dia tak percaya dengan pernyataan pendek yang menggelikan, itu sangat naif. Siapa pun akan sangat tertarik untuk dekat dengan gadis yang saat ini mereka kejar. “Kau kira kami tak paham kelakuan orang-orang sepertimu.”
Maya mengerucutkan bibirnya agar terkesan jutek walau di dalam hatinya sungguh dia ingin tertawa lebar melihat kepanikan sang tuan rumah.
"Ah ... baiklah, Bu Guru. Saya cuma berkata tanpa arti kok. Tidak ada maksud saya membantahnya." Arga lemas menjawabnya namun kini dia bertekad.
Tuan muda itu kembali memfokuskan perhatiannya ke peralatan it di depannya. Tantangan! Ya kata itu kembali melecutnya seperti dulu. Iya juga apa susahnya bila ada kemauan? Mau tombol tiga juta biji pun kalau memang kita bertekad menguasainya pasti juga akan bisa. Tak ada yang tak mungkin. Arga diam-diam jadi menyesali keluhannya tadi.
Arga hidup kembali, ketika Sando juga datang di waktu yang tidak tepat. Astaga cinta merumitkan ini benar-benar membuat penasaran. Nunggu kelanjutan kisah 7 aliansi menyelamatkan, siapa kira2 yang dipilih maya sih?
Lyren Kael
Penindasan di mana pun memang akan selalu melahirkan dendam. Novel ini sangat menarik mengisahka Arga sang Peacemaker membalikkan keadaan dan tambah seru lagi karena dibalut dengan cinta segitiga. Wah seru thor, nagih ceritanya...
"Maaf Vin. Kalau lama menunggu!"
"Iya nggak apa-apa, kamu kenapa kayak lagi bingung gitu?"
"Iya ini Vin. Aku lagi cari ART. Susah banget. Sampek nempelin tulisan didepan rumah, supaya ada yang mau melamar pekerjaan"
"Oh, kamu butuh ART. Kenapa nggak kasih tau aku sebelumnya!"
"Nggak enak dong aku ngerepotin kamu!"
"Kamu udah seperti sama siapa aja!"
Sari adalah ART yang dipekerjaan khusus untuk membantu soal membereskan rumah saja tanpa menginap.
Suasana di rumah itu berubah menjadi sunyi yang berat, menyisakan jejak pertengkaran yang tak mudah dilupakan. Bagas yang jauh di luar kota, membawa beban dan keputusan sulit yang harus diambil. Di sisi lain, Ibu Bagas masih terjebak dalam amarah dan rasa frustrasi, sementara Sintya yang merasa dikhianati pergi dengan hati hancur, meninggalkan luka yang dalam di rumah itu.
“Art therapy. Lo ngelukis buat ngilangin trauma lo setiap kali hujan datang. Di tambah piringan hitam.”
Tanpa diduga tiga perempuan tersebut berteriak frustasi seolah dunia akan hancur dalam sekejap. “TIDAAAAAK! KEMBALIKAN JESSICA KE BENTUK SEMULA!”
“AH, ELAH! BACOT AMAT HIDUP LO-LO PADA! GUE GINI SALAH, GUE GITU SALAH! KELAHI AJALAH KITA, NJING!”
“Kamu selalu enggak becus kalau mengurus sesuatu. Bahkan dalam hal sepele mencari ART.”
“Mencari ART itu bukan hal sepele, Mas,” balasku sedikit jengkel. Siapa yang tidak jengkel kalau dicap sebagai orang yang tidak becus? “Aku enggak mau kejadian seperti dulu terulang lagi.”
Terkadang seseorang perlu menjauh untuk tahu arti dekat. Terkadang seseorang perlu tahu letihnya mengejar untuk memahami sebuah perjuangan. Dan aku akan berjuang untuk itu, meskipun aku harus kesulitan mendapatkanmu.
(Arza – Cinta dan Harapan)
***
"Ayah dan ibu saya sudah meninggal dunia akibat wabah demam, Tuan. Saya anak tunggal. Saat ini saya hanya hidup bersama kakek saya yang sudah sangat tua di desa."
Mendengar latar belakang yang begitu malang, beberapa peserta yang tadinya mencemooh kini terdiam. Sebagian menatap Arjun dengan rasa simpati.
Namun tidak dengan Jagapati. Pria berkumis itu hanya berdecak, seolah penderitaan Arjun adalah dongeng pengantar tidur yang membosankan.
“Saya ingin mendaftar dalam lomba… menulis kaligrafi dan melukis,” lanjut Arjun dengan napas tersengal.