Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Choice

Choice

“Rei, adikmu itu sifatnya persis seperti almarhum mamamu. Semakin dikerasi dia akan semakin melawan dan membantah semua omongan, walaupun belum tentu pendapatnya benar. Kamu harus lebih sabar menghadapi dia. Jangan sampai dia kembali pada jalan yang nggak benar.” “Aku harus lebih sabar yang gimana lagi, Tan? Dia nggak pernah mau ngomong alasan yang sebenarnya kenapa benci sama Angela. Aku juga selalu bilang ke Angela kalau ada Ray jangan pernah pakai baju seksi, Angela nurut.” “Apa mungkin Ray nggak suka profesi Angela sebagai model?”
102.2K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as stubborn
Read
+Library
Stigma

Stigma

TRIGGER WARNING BAB INI MENGANDUNG KEKERASAN SEKSUAL Salah satu hal yang Lavina benci adalah ketika seseorang merasa memiliki segalanya sehingga bersikap seolah-olah over power dan seenaknya memperlakukan orang lain dengan buruk. Mempermainkan orang lain dengan dalih mereka pantas mendapatkannya. Lavina memang pernah menjadi orang yang ‘dipermainkan’. Akan tetapi Lavina yang baru tidak akan mau dipermainkan begitu saja. Dia akan membalas siapa pun yang menyakitinya.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as stubborn
Read
+Library
Istri Kedua Sang Billionaire

Istri Kedua Sang Billionaire

Ya, tawanya tertahan karena dadanya masih terasa nyeri untuk tertawa lepas. "Apa perkataanku ada yang lucu?" "Bukan." "Lalu?" "Apa aslimu seperti ini?" Dahi Justin berkerut. "Sepegetahuanku, seorang Justin itu ... orangnya nggak banyak bicara, kasar, nggak banyak komentar, dingin, kaku, datar kayak papan tulis, sombong, songong, arogant, semaunya, dan akan dengan mudah mendapatkan apa yang dia mau."
1072.6K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as stubborn
Read
+Library
YOU

YOU

“Lo mau pesen apa? Biar gue pesenin sekalian” “Nanti aja gue pesennya. Lo mau pesen sekarang emang, Lun?” “Tadinya, tapi karna lo pesennya nanti, yaudah gue juga nanti aja deh pesennya.” “Yeh anak labil dasar.” “Hahahaha biarin, yang penting Bahagia”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as stubborn
Read
+Library
Mistpouffer

Mistpouffer

celetuk Sirius. Namika mengangguk. “Tapi kenapa ya Luke kayaknya obsesi banget sama Tante Mutia? Bahkan setelah sepuluh tahun, dia juga masih ngejar-ngejar tante Mutia,” tanyanya bingung. Aruna berpikir sejenak. “Mereka udah melakukan penyatuan jiwa enggak sih? Kalau udah, aku bisa mengerti kenapa Luke sampai segitunya sama Tante Mutia,” sahut Aruna.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as stubborn
Read
+Library
Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gesture kecil itu tidak luput dari perhatian Adrian. "Attitude aku kenapa?" "Len, aku bisa feel ada perubahan dalam diri kamu. Kamu jadi defensive, jadi rebellious. Kamu fight against hal-hal yang seharusnya simple." "Aku tidak rebellious. Aku cuma mau punya sedikit autonomy dalam hidup aku." "Autonomy?" Adrian menutup laptopnya. "Len, kamu sudah punya autonomy. Kamu bisa memutuskan banyak hal." "Seperti apa?"
3.7K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as stubborn
Read
+Library
Pewaris Kedua Tunangan CEO

Pewaris Kedua Tunangan CEO

Begitu angkuh sampai lupa siapa posisinya di sana. Terbiasa dimanja, dilimpahi kasih sayang dan dituruti semua keinginannya sejak kecil, menjadikan Karina sebagai sosok yang sombong nan keras kepala. Entah itu salah orangtuanya yang mendidik atau salah dirinya sendiri yang tidak bisa berpikir dewasa seiring dengan bertambahnya usia. Dan sekarang, saat sesuatu yang dia benci nampak di depan matanya, tentunya hanya akan ada penolakan dan kata-kata kasar yang keluar.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as stubborn
Read
+Library
Betrayal

Betrayal

Semoga saja tidak pernah ***. Victor berjalan dengan tenang melewati lobby gedung perusahaannya. Walaupun Victor tidak menunjukkan ekspresi apapun, aura yang melingkupinya tetap hitam. Bahkan, seketika lobby menjadi sunyi begitu Victor memasukinya. Para staf hanya berada menundukkan kepalanya, terlalu segan untuk menyapa Victor. Menurut para karyawan, Victor hanya memiliki tiga ekspresi, yaitu santai, dingin, dan tanpa ekspresi—walaupun tanpa ekspresi harusnya tidak termasuk dalam ekspresi, namun bagi Victor, tanpa ekspresi merupakan sebuah ekspresi. Dari ketiga ekspresi tersebut, yang paling menyeramkan adalah wajah tanpa ekspresinya.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 232 Times as stubborn
Read
+Library
The Secret Admire's Love

The Secret Admire's Love

Terlihat sekali jika diantara keduanya sering terjadi silang pendapat. "Why are you so stubborn? Its so hard to open your mind. Still believing something uncorrect than listening to your sister?" Oom Johan terdiam, tidak berani membalas tatapan Aunty Betty, namun juga tidak merasa menyesal sedikit pun. Aunty Betty menghela nafas panjang, kembali ke tempat duduknya diikuti Jack di belakangnya, sedangkan AuntyJenny tidak berpindah dari tempatnya berdiri, terus memegangi tangan Oom Johan.
106.7K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as stubborn
Read
+Library
HURT

HURT

Acara makan malam keluarga yang seharusnya terasa hangat malah terasa sangat kaku. Joon masih bersikap tak acuh. Laki-laki itu bahkan terang-terangan menunjukkan wajah bosan selama makan. Ibu dan ayahnya sampai kehabisan bahan obrolan untuk memancing laki-laki itu bicara lebih banyak dari sekadar mengucapkan ‘ya’, ‘em’, ‘tidak’, dan kata-kata singkat lainnya. Hana juga tidak tinggal diam. Ia berusaha membuka obrolan juga, tapi Joon tetap bersikap sama. Sayang sekali, padahal Hana sudah menantikan momen kumpul bersama ini sejak mereka menjadi satu keluarga.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as stubborn
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status