Pembalasan Putri yang Direndahkan
Sampai salah seorang bibi Vitara membuka suara.
“Itu Sandrina dateng,” ujar wanita paruh baya yang tak lain adalah ibunya Sandrina.
Semua orang menoleh. Seluruh mata tertuju pada Sandrina yang baru saja memasuki ruang pertemuan. Di sebelah Sandrina, seorang pria tampan dengan pakaian rapi terlihat melempar senyum ramah.
“Perkenalkan, ini Adrian, kekasihku, sekaligus calon suamiku,” ujar Sandrina memperkenalkan.