Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

"Kita juga pernah berkeringat di bawah matahari, berseru dengan semangat. Kita pernah berjuang demi prestasi. Kita pun pernah tenggelam dalam buku demi membangun masa depan." "Tapi semua itu adalah kenangan masa lalu. Masa lalu nggak perlu dikenang terlalu dalam, yang lebih penting adalah harapan akan masa depan." "Aku berharap reuni hari ini bisa menjadi awal baru bagi persahabatan kita, menjadi jembatan untuk mempererat hubungan, dan menjadi titik awal kebersamaan yang lebih erat lagi."
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38.0K kali sebagai surat untuk masa depan
Baca
+Pustaka
The (Un)Completed

The (Un)Completed

“Pumpkin, hati-hati dengan omongan kamu. Kita nggak pernah tahu masa depan. Masa depan itu misteri. Jangan mendahuluinya.” “Jangan bilang Papa mulai kena virus Mama dan Alena, deh,” Aku menatap Papa tidak percaya, “Cukup Mama dan Alena. Jangan nambah Papa, please.” “Papa nggak akan maksa kamu nikah, sayang. Papa cuma berdoa dan berharap biar kamu segera ketemu sama pria yang baik hati dan bersedia menghabiskan usianya bareng kamu.
65.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai surat untuk masa depan
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

Maha ngilu melihat video sesi tanya jawab dan sugesti yang lebih kepada kekonyolan. “Di masa depan. Pada masa yang akan datang. Kamu akan bertemu dengan yang namanya kesuksesan. Besar dan melambungkanya namamu,” kata sang dokter yang setelahnya terdiam. Mencatat dalam kertas kecil usai melihat ekspresi tenang di wajah Maha. “Kamu siap bertemu dengan masa depanmu? Masa yang baru dalam hidup kamu.
1.518.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 447 kali sebagai surat untuk masa depan
Baca
+Pustaka
CEO Tunggal Kaya Raya

CEO Tunggal Kaya Raya

Keberanian untuk menghadapi masa lalu dan tekad untuk memperbaiki hubungan membawa mereka ke sebuah masa depan yang lebih cerah dan penuh harapan. Thanks guys
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai surat untuk masa depan
Baca
+Pustaka
Menikah Denganku

Menikah Denganku

“Tidak ada kata terlambat untuk sebuah menjalin hubungan. Itu hanya waktu.” “Tetap saja!” William kekeuh dan menyalahkan diri sendiri. “Karema itu masa lalu, aku lebih suka mengabaikannya. Toh itu tak penting. Mengingat yang sudah tertinggal jauh di belakang, hanya akan membuat kita diam di tempat. Sedang yang seharusnya kau lakukan adalah terus berjalan. Hidup bukan tentang masa lalu. Tapi masa depan selalu belajar dari masa lalu.”
97.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai surat untuk masa depan
Baca
+Pustaka
Masa Lalu Yang Tidak Diharapkan

Masa Lalu Yang Tidak Diharapkan

jawab Bu Mega sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. "Tapi, yang dikatakan oleh mamamu memang benar, Nak. Kamu harus segera mempunyai momongan sebagai penerus perusahaan ini. Lihatlah! Papa sudah tua. Usia kamu juga semakin bertambah," ucap Pak Danang sambil berjalan mendekati Amar dan memegang pundaknya. Amar terdiam dengan tatapan kosong. Pikirannya bukan tertuju kepada apa yang kedua orangtuanya bicarakan. Tapi ada hal lain di dalam rum
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai surat untuk masa depan
Baca
+Pustaka
Menutup Pintu Masa Lalu

Menutup Pintu Masa Lalu

Namun, ternyata semua itu hanyalah khayalanku sendiri. Seorang rekan kerja lewat dan melihat surat pengunduran diri di komputerku, dia pun terkejut dan bertanya, “Kak Aurel, sebentar lagi kamu mau dipromosikan jadi direktur teknik. Kok malah tiba-tiba mau mengundurkan diri?” Aku tersenyum dan menjawab, “Aku mau menikah sebentar lagi, nanti mungkin akan pindah ke perusahaan lain.”
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai surat untuk masa depan
Baca
+Pustaka
ISTRI RAHASIA DOSEN MUDA

ISTRI RAHASIA DOSEN MUDA

"Iya." "Mas bisa memprediksi aku akan kembali?" tanya Kyra sambil jarinya sibuk menulis abstrak di dada Ditto. "Nggak ada manusia yang bisa melihat masa depan, Ra. Termasuk aku." "Tapi Mas Ditto repot-repot urus surat cutiku." "Karena aku ingin kamu kembali. Aku punya harapan, Ra. Bukan bisa melihat masa depan." "Kalau bisa melihat masa depan?" Kyra bertanya sambil mendongak. Helaan napasnya menerpa leher Ditto dan menimbulkan gelenyar aneh.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai surat untuk masa depan
Baca
+Pustaka
Crime Revenge

Crime Revenge

"Kau tidak percaya?" "Saya percaya kau belum membuatnya, dan bukan melupakannya. Kau sudah puas?" "Tentu." "Lalu, kapan saya akan mendapatkannya?" "Secepatnya." "Kapan?" "Aku harus benar-benar mempersiapkannya, J. Aku ingin surat kedua yang akan aku berikan nanti, bisa menjadikan acuan akan masa depan kita." "Memangnya kau ingin merancang masa depan dengan siapa?"
4.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai surat untuk masa depan
Baca
+Pustaka
Di Balik Kantor CEO: Cinta yang Tak Terucapkan

Di Balik Kantor CEO: Cinta yang Tak Terucapkan

Dalam keheningan itu, hanya detak jantung mereka yang berbicara. 5. Surat untuk Masa Depan Sebelum tidur, Clara duduk di meja kecil di sudut ruangan dan mulai menulis. Sebuah surat. Untuk siapa? Tak satu pun dari mereka tahu pasti. Mungkin untuk anak-anak mereka kelak. Mungkin untuk versi muda dari diri mereka sendiri yang pernah nyaris menyerah.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai surat untuk masa depan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status