Sang Menantu Perkasa
"Arjuna, apakah kamu lupa tentang perlombaan kereta setelah jatuh ke jurang? Kalau kamu terbunuh oleh kereta lain selama perlombaan, orang yang membunuhmu itu tidak akan dihukum. Aku pernah bertanding dengan Hendra, aku saja tak bisa mengalahkannya. Aku hampir ditabrak olehnya."
Arjuna tersenyum tipis, ekspresinya masih tenang. "Aku bukan kamu, kamu bisa kalah, tapi aku tidak."
Tamael tidak mengatakan apa-apa. Dia menatap Arjuna sebentar, lalu dia bersujud kepada Arjuna dengan malu untuk meminta maaf.
"Aku memang kalah dari Arjuna. Setelah kalah, aku bahkan menjebakmu, melibatkanmu. Maaf."
Hot Chapters