Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lahirnya Legenda Ksatria Abadi

Lahirnya Legenda Ksatria Abadi

geram Raden Wismoyo yang tampak semakin marah melihat kelima anak buahnya dikalahkan dengan mudah. “Baiklah, jika kalian tidak bisa di ajak baik-baik, maka terima ini!” Duar…! Sebuah ledakan terdengar cukup keras di kedai ini, disusul dengan keluarnya asap yang langsung memenuhi seisi kedai. Kejadian ini tentu saja mengejutkan semua orang, demikian juga dengan Jaka Tole yang sama sekali tidak menyangka kalau mereka akan menggunakan bom asap untuk mengalahkan kedua pendekar wanita itu.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai taktik bom
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa Selatan : Ahli Pedang Ganda

Sang Penguasa Selatan : Ahli Pedang Ganda

tutur Damian. "Nah, selanjutnya aku akan menjelaskan kegunaan bom asap itu. Saat kalian kehilangan arah, dalam bahaya dan tidak bisa kembali, segeralah tarik tali di bagian bawah bom dengan keras, lalu arahkan bom asap ke atas agar sinyal keberadaan kalian bisa terdeteksi oleh kami," jelas Zack. "Aku harap kalian menjaga diri kalian masing-masing," sahut ibu Alice.
9.655.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai taktik bom
Baca
+Pustaka
MR. D

MR. D

Jadi apabila kantong sakti hilang atau hancur sirna pulalah seluruh kekuatan dan ilmu mereka. “Baik ketua Ucup,” ucap serempak kelima pasukan sudah membawa rangkaian bom asap dan bom molotov dari sebotol bensin dengan tutup kain disumpal di mulut botol lalu dibakarlah kain. Hal ini dimaksudkan kain terbakar dan meledak saat dilemparkan dan mengenai sasaran. “Lemparkan cepat!” perintah Ucup dengan serentak bom asap terlempar ke arah kerumunan anjing setan.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai taktik bom
Baca
+Pustaka
TUKANG SOL SEPATU

TUKANG SOL SEPATU

Setelahnya, ia dengan cepat merampas senjata dari penjaga yang sudah tak berdaya. Lalu saat itu Zaki masuk kedalam gudang senjata, dan mencari alat ledak, yang daya ledaknya tinggi. Dengan cermat, Zaki mulai menyusuri rak-rak di dalam gudang senjata, mencari bom yang dapat dikontrol dari jarak jauh. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya ia menemukan sebuah bom yang dilengkapi dengan kontrol remote. "Tepat yang saya butuhkan," gumam Zaki dengan senyum tipis. Ia segera mengambil bom tersebut dan menyimpannya di dalam saku seragamnya.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai taktik bom
Baca
+Pustaka
Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Rai menghalangiku dia menunjuk ke atas. "Lihat itu, tas itu berisi bom, kalau tas itu jatuh, bom di dalamnya akan meledak." Baru saja Rai mengatakannya, tas itu jatuh di depan wajah Manusia Armor. Bummm Bummm Bummm Ledakannya sungguh dahsyat, menghamburkan debu, membuat asap hitam. Manusia Armor celaka dengan senjatanya sendiri. Asap meredah, lirihan Manusia Armor berhenti, dia menghilang menjadi abu.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai taktik bom
Baca
+Pustaka
DILEMA DUA HATI

DILEMA DUA HATI

Ali tak bisa memberi kabar sebab keterbatasan alat komunikasi. “Insya Allah, kita akan mati dalam keadaan syahid,” ucap Sultan. “Katakan apa yang harus kami lakukan.” “Ada berapa bom yang kau miliki dan jenis apa?” “Ada tiga. Jenis bom waktu dengan remote. Aku paham dan akan kupasang di sekitar sini.” Lama bekerja dengan Ali membuat Sultan sudah paham dengan maksud tersembunyi kakaknya. Ia dibantu dengan yang lain memasang alat peledak itu pada beberapa titik. Daya ledak yang sangat luar biasa.
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai taktik bom
Baca
+Pustaka
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

"Pilih... yang mana... goblok!" Ciut juga nyali Kapten pemberontak itu mendengar gertakanku. Vane langsung balik badan, meraba sabuk taktisnya jalang dan menarik dua buah cakram besi berlampu kuning berkedip. Bom tempel. Jedug... Jedug... Jedug...
624 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai taktik bom
Baca
+Pustaka
Dendam Pewaris Yang Terpendam

Dendam Pewaris Yang Terpendam

Sultan yang memakai pakaian anti peluru itu langsung melangkah mendekati Hachiro yang sedang terbatuk-batuk dengan darah yang mengucur di area hidung dan mulutnya. "Sial, rupanya kamu lagi bocah!" kesal Hachiro, sambil mencoba untuk mengelap sudut bibirnya yang tertinggal cairan kental anyir itu. Dan ledakan yang terjadi pun tidak begitu besar karena Sultan menggunakan bom rakitan. Sultan melakukan ini karena tidak boleh membunuh Hachiro sebelum mengetahui keberadaan Anara dan Wisnu.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai taktik bom
Baca
+Pustaka
Menantu Sang Mafia

Menantu Sang Mafia

"Tiaraaaap!!! Kita harus segera meninggalkan tempat ini! Kita diserang!!" Sementara itu dari rooftop gedung lain yang tak jauh dari markas Demone del Cielo terlihat Jack sedang menatap ke arah markas Andrew yang baru saja dilemparnya bom rakitan kedua buatannya. Bom itu bukan bom high explosive, namun dengan bom berdaya ledak rendah seperti buatannya itu saja, Jack yakin cukup menghancurkan dua ruangan sekaligus.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai taktik bom
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status