Tergoda Teman Papa
“Papa cuma takut kehilangan kamu, ceriamu, sifat manjamu, dan kamu harus memaksakan diri menjadi dewasa.”
Tangis Bricia pecah. Tanpa kata, ia langsung memeluk Papanya erat.
“Aku masih putri kecil Papa,” isaknya. “Dan selamanya akan tetap seperti itu.”
Eric memejamkan mata, membalas pelukan itu.
“Iya,” bisiknya. “Dan Papa akan selalu ada. Mau kamu jatuh, mau kamu bahagia… Papa tetap di sampingmu.”
“Tapi… maukah kamu menemani Papa menguji Andrew sekali lagi?” ucap Eric lagi.