Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Cita

Cinta Cita

Gadis itu hanya memesan dua buah dada ayam, tanpa nasi dan sebentar lagi sudah mau habis. “Sudah.” “Siapa yang ngusulin?” “Rinai.” Arya melihat jelas, Cita menarik napas besar saat Duta menyebut nama Rinai. Gadis itu pasti terganggu dengan sosok anak pemilik Antasena, yang belakangan ini bekerja sama dengan Arya.
9.941.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tatapan sinis
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Callah
kk othoorr..... baru keinget niyh duta sm dewi august lee aja kali yaa.... si dewinya dewa blm kedengeran ceritanya niyh hehhe... btw cerita kasih sendiri ada ga ya? smpe bab 17 mshbga diliatin siapa suami kasih... nebaknya awan siyh kandidat paling berpeluang hehhe bener ga kak?
herka ratri
nggak kerasa, bentar lagi ending, setelah bendarah darah akhirnya cita bisa bahagia di tengah tengah orang orang yang menyayanginya.. ditunggu cerita selanjutnya mbak beb kanietha.. siapa ya kira kira?berharapnya sih cerita nando, karena di selalu lewat di cerita lain dengan kejombloannya.. : D
Baca Semua Ulasan
Our Beautiful Sin (Bahasa)

Our Beautiful Sin (Bahasa)

Saling berbaur saling memberi kehangatan. Alva menaikkan wajahnya dan menatap wajah Aurel. Iris mata Alva bertemu dengan iris coklat Aurel. Tanpa sadar bibirnya tersenyum menatap Aurel. Alva mendekatkan wajahnya pada bibir Aurel, kembali melumat bibir ranum Aurel. Keduanya saling melumat dan menggigit satu sama lain.
9.98.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai tatapan sinis
Baca
+Pustaka
PESONA PAMAN TAMPAN

PESONA PAMAN TAMPAN

Gadis itu terkekeh pelan. “Se-selamat malam, Tuan Sanders,” jawab Tamika gugup. Malu karena dirinya tertangkap basah menatap Adrian dengan penuh cinta. ‘Ah, sial. Kenapa aku lepas kendali seperti ini!’ “Terima kasih sudah datang ke mari, Nona Douglass.” Adrian tersenyum ramah. “Mari, silahkan duduk!” titah pria itu kemudian. “Maaf, sudah merepotkan kalian berdua untuk jauh-jauh datang ke mari. Lalu, Anda datang ke mari dengan ….” Adrian menunjuk ke arah Makisha.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai tatapan sinis
Baca
+Pustaka
Memikat Hati Tetangga

Memikat Hati Tetangga

Tatapan Mata “Tapi, Mas ... kan, bisa cari pembantu buat bantuin aku ngurus rumah sebesar ini sendiri, sekarang aku lagi hamil terus terang aku tidak sanggup, Mas!” “Nah, makanya jangan hamil dulu ... sudah tahu repot kalau punya anak!” tandas Warsi dengan tatapan culas.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai tatapan sinis
Baca
+Pustaka
SANG KAPTEN

SANG KAPTEN

Tapi___ "Aaaaaa ...!" BERSAMBUNG
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 969 kali sebagai tatapan sinis
Baca
+Pustaka
TITISAN

TITISAN

tanya Faisal polos membuat kawannya menoleh. “Mustika adalah suatu benda yang terbentuk oleh alam. Biasanya dibentuk oleh unsur tumbuhan, binatang, tanah, air, api, udara, atau mineral lainnya.” Penjelasan Asep membuat Faisal terbelalak. “Pinter juga kamu ya, Sep,” puji Faisal. Asep mengangkat alis sambil senyum. “Aing tea ... Asep gitu, loh.”
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai tatapan sinis
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia tidak memiliki bentuk tetap, melainkan kumpulan dari ribuan wajah yang tampak bosan dan hampa. "Itu adalah Apathos, Sang Penelan Antusiasme," bisik Kaelan sambil menghunus pedang cahayanya yang kini berpendar perak. "Dia bukan menghancurkan dengan kekerasan, tapi dengan rasa hambar." Apathos mengeluarkan gelombang suara yang terdengar seperti gumaman jutaan orang yang berkata, "Untuk apa? Tidak ada gunanya. Semuanya sama saja."
713 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai tatapan sinis
Baca
+Pustaka
Satu Atap

Satu Atap

“Nggak ada apa-apa. Obat masuk angin doang, bro. Hehe.” Suara tawanya garing, terlalu dipaksain, dan justru bikin suasana makin canggung. Temannya mengangkat alis, tapi akhirnya cuma nyengir. “Yaudah, hati-hati aja. Jangan sakit, men.”
702 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai tatapan sinis
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

“Nanti sore ke sini lagi. Lihat sunset.” Nayara menunggu napasnya lebih teratur lalu mengangguk dengan wajah tertunduk. Membuat Manggala merengkuh erat bahu gadisnya, sambil menyambar hemnya. Dia akan memakainya nanti ketika Nayara melepaskan pelukannya. *** [1] HTI = Hutan Tanaman Industri Bersambung
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 849 kali sebagai tatapan sinis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status