TETANGGA TAPI PANAS
Tatapan Dimas terfokus pada wajah Ruby yang sedang memejamkan mata, mendesahkan kenikmatan akibat permainan lidah dan jari Reza di pangkal pahanya.
Sudut bibir Dimas perlahan tertarik ke atas, membentuk sebuah seringai iblis yang sangat, sangat mengerikan. Ia menyesap wine di tangannya, membiarkan cairan merah itu membasahi tenggorokannya yang terasa kering.
Dalam keheningan penthouse mewahnya, diiringi suara rintihan Ruby dari speaker monitor, suara bariton Dimas mendesis rendah, membelah kesunyian malam dengan janji yang paling mematikan.
Hot Chapters