Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Teman Tapi Panas

Teman Tapi Panas

Tatapannya beralih ke mata Ana, ada keterkejutan di sana tapi tidak terlihat penolakan, Andi memajukan kepalanya lagi untuk mencium Ana. Andi menempelkan bibirnya di bibir Ana, menggigit bibir bawah Ana lalu menghisapnya, merasa tidak ada penolakan Andi pun menjadi lebih berani, kini lidahnya mencoba masuk ke bibir Ana. Rasa coklat langsung memenuhi mulut Andi, bercampur dengan aroma tembakau juga wangi alkohol, perpaduan yang pas untuk membuat Andi semakin ketagihan.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as tatapan sinis
Read
+Library
HATI ADINDA

HATI ADINDA

"APA? Yang benar saja sayang, mau cari dimana? Disini keliling laut, ih suara apa itu kamu nggak dengar..." "Suara apa?" Adinda merapatkan dirinya, "Kamu nakut-nakuti saya kan..." "Ssssst diam coba dengar lagi...seperti suara orang sedang menangis." "Mana? Nggak ada--" Namun Dinda sudah bergidik ngeri, tempat ini begitu sepi. "Ada....tuh ih sudah pending dulu lapar sama nasi goreng abang-abangnya, ganti puk....puk...gemas seorang mas...mas...."
1035.6K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as tatapan sinis
Read
+Library
Tawanan Hati Sang Raja

Tawanan Hati Sang Raja

Selama satu bulan ia tidak melihat Raylene sama sekali, ia begitu merindukan wanita ini. Raylene mengangkat wajahnya, menatap Xinlaire. Xinlaire sudah tampan dengan tampilan yang dingin dan perkasa, ditambah dengan sinar matahari pagi yang menyinarinya membuat pria itu terlihat semakin menawan dan indah. Tidak heran jika siapa saja yang melihat wajah tampan ini akan jatuh hati. "Selamat pagi, Yang Mulia. Selir Raylene memberi salam pada Anda." Raylene berkata dengan acuh tak acuh.
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 535 Times as tatapan sinis
Read
+Library
Jerat Cinta Sang Taipan

Jerat Cinta Sang Taipan

Tatapan matanya, senyumnya, bahkan suaranya yang hangat seolah bergema dalam ruang-ruang kosong hatinya. Apakah terlalu dini untuk menyebut ini sebagai ketertarikan? Kepalanya menggeleng cepat. Tidak. Pria seperti Lucas ... terlalu sempurna untuk dunia seperti miliknya. Dia hanya pelayan biasa dengan hidup yang terus dihimpit kenyataan, sementara Lucas ... pria itu terlihat seperti seseorang yang berdiri jauh di atas sana, tak terjangkau.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as tatapan sinis
Read
+Library
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

Tatapan Dimas terfokus pada wajah Ruby yang sedang memejamkan mata, mendesahkan kenikmatan akibat permainan lidah dan jari Reza di pangkal pahanya. Sudut bibir Dimas perlahan tertarik ke atas, membentuk sebuah seringai iblis yang sangat, sangat mengerikan. Ia menyesap wine di tangannya, membiarkan cairan merah itu membasahi tenggorokannya yang terasa kering. Dalam keheningan penthouse mewahnya, diiringi suara rintihan Ruby dari speaker monitor, suara bariton Dimas mendesis rendah, membelah kesunyian malam dengan janji yang paling mematikan.
1012.1K viewsOngoingAdded to Library 362 Times as tatapan sinis
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

tanya Zayn sambil melihat lagi pakaiannya. “Bukan pakaian lo yang salah, tapi lo!” Varo pun menunjuk Zayn dengan telunjuknya sambil berkata dengan sinis. “Gue? Kenapa gue?” tanya Zayn lagi sambil tersenyum menggoda Varo yang sudah hampir keluar taringnya. “Ngapain coba senyum-senyum sama Meera? Biar apa?” kesal Varo lagi, ia pun sudah hampir berdiri dari duduknya.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as tatapan sinis
Read
+Library
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Tatapan yang sama dengan Senja. ***
105.1K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as tatapan sinis
Read
+Library
Nisan Retak

Nisan Retak

Pesan itu berasal dari nomor yang tidak dikenal, hanya berisi satu kalimat: "Jika kalian ingin selamat dan bukti kalian tetap aman, temui saya di stasiun tua pukul 2 dini hari. Jangan bawa siapa pun." Semua orang di ruangan memandang Indra. "Ini bisa jebakan," kata Via.
985 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as tatapan sinis
Read
+Library
SELIR HATI

SELIR HATI

Tatapan itu tertuju hanya pada satu orang: Gita. Permaisuri Dias merapatkan kipas sutranya, menutupi bibir yang melengkung penuh kepuasan. Dari balik bulu matanya yang lentik, ia menatap Gita dengan tatapan pemangsa yang sudah menemukan titik lemah. Para selir lain berdesis pelan, sebagian menutup mulut pura-pura sopan, sebagian lain sengaja berbisik cukup keras agar menusuk telinga Gita.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as tatapan sinis
Read
+Library
Bahagia Tanpamu, Mas!

Bahagia Tanpamu, Mas!

Itu artinya aku memiliki pelanggan tetap. Ya Allah, apa kah ini nyata? Ku cubit tangan kananku, berharap ini bukan sebuah mimpi. "Bagaimana Mbak, apakah bisa?" "Saya suka dengan model dan jahitan gamis Mbak Wulan. Maka dari itu saya mengajukan kerjasama. Saya berharap Mbak Wulan bersedia. Untuk permulaan saya minta setiap model satu kodi. Dan ini uang DP untuk gamis yang saya pesan." Mbak Anita memberikan amplop coklat tebal di atas meja. Aku tahu di dalamnya adalah uang.
1032.8K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as tatapan sinis
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status