Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tukar Pasangan (Jodoh)?

Tukar Pasangan (Jodoh)?

Kududukan diriku di samping ranjang yang berlawanan agar aman. "Halo assalammu'alaikum Teh Tari? Ada apa Teh?" tanyaku setelah mengangkat panggilan si penelepon. "Wa'alaikumsalam Hana. Kamu ada di mana?" tanya suara wanita di seberang sana. "Ada di bumi Bu Zela Teh. Ada apa?" "Oh bagus atuh. Eh, iya Han bisa gak aku minta nomor Tsabit? Sebenarnya Teteh mau ngelamar kerja ke tempat Tsabit, menurutmu gimana?"
9.8395.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.6K kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
CUCU YANG DIBEDAKAN

CUCU YANG DIBEDAKAN

tanya Fika. “Apa aja deh, Mbak.” Aku gugup, dan menjawab apa saja itu adalah jalan ninja tanpa harus berpikir lama. “Mbok, buatkan tiga teh Chamomile ya,” ucap Fika yang langsung disambut anggukan dari wanita paruh baya itu. Jujur, aku baru mendengar nama teh itu, belum pernah meneguk rasanya. “Oh, jadi ini yang namanya Sekar.” Tante Rita tersenyum sembari menganggukkan kepala.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 653 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Alam dan Kita

Alam dan Kita

Tetap kenang hari ini terus. TAMAT
9.73.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Karena Kita Berbeda

Karena Kita Berbeda

Kesal Tita pada sahabat kentalnya. “Huft." Menghela napas kasar. “Kesambet apa loh Neng?” “A-ku ham-pir sa-ja te-lat.” Ucapnya terbata-bata dengan napas terengah-engah. “Aku gak heran kamu telat, kamu on time, baru aku heran!” ejek Tita dengan muka cemberut. Titania Amalia, sahabat Ruth yang paling mengerti dirinya. Ruth dan Tita sudah berteman sejak awal mereka masuk perguruan tinggi.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
My ThesShit (Indonesian)

My ThesShit (Indonesian)

ucap Felicia dengan sinis. "Mau ya? Deket kebun teh. Pemandangannya bagus. Nanti kita ke hutan pinus juga," ajak Jayden lagi yang tak mau kalah. Felicia mendengus geli. "Kebun teh. Di puncak Bogor juga ada kali." "Tapi kan ini beda. Di Jogja. Mau ya?" "Ya udah deh." "Oke malam ini juga kita berangkat!" sahut Jayden dengan semangat. "Lo siap-siap ya. Packingnya gak usah ribet-ribet kan kita pergi dua hari doang."
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Kaya Itu Takdir

Kaya Itu Takdir

"Ah itu, kakak tidak usah" "Ssst"
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 496 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

panjenengan Sampun nurunaken gerimis Ingkang nukulaken suket ijo Ingkang damel ati iki bungah Dari manusia yang tidak tahu cara. berterimakasih. Mungkin karena dia tidak pernah. ditolong, atau mungkin dia yang tak sadar ketika ditolong.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

] ["Saya Damian, Mbak. Teman kerja Teja. Sekarang, Teja sedang dibawa ke rumah sakit XX karena pingsan dua kali di dapur." ["A-apa?"] Bersambung
10180.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.5K kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Takdir Kita Tak Pernah Terhubung

Takdir Kita Tak Pernah Terhubung

Dia hanya tinggal di sisiku. Putra kami tumbuh di bawah langit utara yang luas. Anto mengajarinya menunggang kuda sebelum ia benar-benar bisa membaca, memegang pedang kayu sebelum tangannya stabil. Dia tidak mengajari anakku penaklukan. Dia mengajari pengekangan. Dia mengajari kapan harus bertahan, dan kapan harus mundur agar orang lain dapat hidup. "Kekuatan ...." katanya suatu kali, sembari mengencangkan genggaman anak itu pada tali kendali. "Bukan mengambil apa yang kau inginkan. Melainkan mengetahui apa yang harus kau lindungi."
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

KODE-KODEAN Teh hijau Aman Teh hitam Bahaya Teh melati Butuh bantuan Teh pahit Ada yang intai Teh tarik MUNDUR TOTAL Ah Gwat: "Pokoknya kalau dengar 'teh tarik', lari." Macan Utara: "Aku ikut ke mana?" Jendral Lauw: "Kau jaga di luar. Siap-siap kalau darurat." Rapat selesai. Tapi di sudut ruangan. Ah Hwa masih diam.
319 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status