Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TAKHTA BAYANGAN

TAKHTA BAYANGAN

"𝘼𝙥𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙨𝙪𝙙𝙢𝙪? 𝙎𝙞𝙨𝙩𝙚𝙢 𝙠𝙤𝙣𝙩𝙧𝙤𝙡 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙖𝙥𝙖?" "𝙈𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 '𝙏𝙖𝙠𝙝𝙩𝙖 𝘽𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣,'" pria itu melanjutkan, suaranya hampir berbisik. "𝙎𝙚𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙩𝙚𝙠𝙣𝙤
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Gairah Sahabat Suamiku

Gairah Sahabat Suamiku

tegas mama Feli. "Oh tidakkkkkkkkkk!"
10352.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.3K kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Cinta Kita Sudah Punah

Cinta Kita Sudah Punah

kata ibu mertua dengan suara bergetar. “Ibu, aku tahu Kak Vania nggak menyukaiku. Tapi, kalian nggak perlu mengarang kebohongan jelek semacam ini cuma untuk menipu kakak.” Anggi menatap ibu mertua dengan wajah pucat. Jika saat ini aku masih hidup, aku pasti akan memuji Anggi. Sayangnya, Anggi tidak masuk industri hiburan dengan kemampuan akting seperti itu.
9.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

“Hidup sebatang kara tanpa anak dan istri, orang tua juga sudah tidak ada lagi. Jadi, ya, kalau bosan tinggal pindah. Mumpung usia masih muda, gampang kemana-mana.” “Punya usaha apa di Ketapang, Mas?” Zahra mengulas senyum melihat Indra yang tertawa kecil. Melihat penampilan Indra, jelas dia bisa menduga kalau lelaki itu bukan lagi buruh pabrik seperti yang diceritakannya saat lulus SMA. Dia tidak bertanya lebih jauh saat lelaki itu tidak menjawab. Selain karena baru kenal, Zahra menanggapi ngobrol ya sebagai teman makan. Tidak ada salahnya menambah kenalan.
1017.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 678 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Terperangkap Gairah sang Mantan

Terperangkap Gairah sang Mantan

Sebuah mobil listrik bermerek Te5la. Tidak butuh waktu lama untuk sampai di sebuah gedung Apartemen tua. Saka berdecak malas—Karina yang tidak mau disuruh pindah ke rumahnya. Wanita itu kekeh bertahan di Apartemen yang jelek ini. Saka berjalan masuk. Ia sampai di depan Apartemen Karina—ia menekan pintu dan langsung terbuka. Saka berhenti sejenak. Ia pikir akan ada drama dobrak-mendobrak dahulu. Tapi ternyata pintu langsung terbuka. Karina benar-benar membuatnya kesal setengah mati.
9.590.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Mahar Lima Puluh Ribu dari Tuan Muda

Mahar Lima Puluh Ribu dari Tuan Muda

ucap Teh Ina membenarkan apa yang diucapkan oleh Teh Yuyun. "Goblok sia jadi lanceuk teh, teu boga otak sugan? Bisa-bisana perhitungan kitu ka adi sorangan? Saha nu ngajarkeun eta hah? Bapa oge saruana, ngajarkeun teu bener ka anak teh! Asal nyaho wae bapa teh, nu mayar pesta si Neng teh urang pa urang, lain si Kenzi, Kenzi mah ngan mere sapuluh juta ka urang , urang teh karunya ka dewekna, matak mere dei sapuluh juta ka dewekna jang nambahan, beh teu ngerakeun dewekanana, urang dua puluh, Kenzi dua puluh. Terus, itu Revan bayar sabaraha? Tilu puluh dalapan? Astagfirullah, tobat-tobat, Gusti," umpat Kenzo kesal kepada keduanya.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Kita Tidak Berjodoh

Kita Tidak Berjodoh

Gimana? Arya mengetuk-ngetukan jari di atas meja kerjanya. Adrenalinnya terpacu oleh tantangan temannya tersebut. Dia tersenyum sinis kala membaca pesan berisi tantangan tersebut. Sebagai seorang Casanova yang tersohor di kalangan pengusaha muda, tidak mungkin dia menolak taruhan tersebut. [Oke, deal. Tapi gimana gue buktiinnya kalau elonya aja ada di Jerman nanti?]
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Perjuangan Cinta Kita

Perjuangan Cinta Kita

ucap Dave gugup, ia harap perkataannya barusan tidak ada yang salah. Tawa Alexa meledak, ia menjauhkan ponselnya dari Dave, “Ha ha ha, Papa didn't really call, Dave. I'm teasing you, (Papa tidak benar-benar menelepon, Dave. Aku sedang menjahilimu)”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

“Maaf ya lama.“ “Enggak papa, kok. Masih sabar.“ “Baguslah. Di minum tehnya!“ suruhnya dengan meletakkan secangkir teh ke hadapanku. Aku meraihnya dan langsung menyesap perlahan hingga tandas. Ada satu yang membuatku penasaran. Rasa teh ini kok aneh, enggak seperti biasanya. “Teh apa ini?“ “Teh Tanjung. Enak kan?“ “Ehm iya sih, tapi rasanya aneh.“ “Itu perasaan kamu saja kali, saya langganan beli merk ini.“ “Owh, ya. Mbak tak kasih tahu ya. Bayu itu sering mengeluh loh. Katanya Mbak nggak pernah memuaskan di ranjang gitu.“ “Terus jajan di kamu?“
1062.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Mungkinkah Kita Bersama?

Mungkinkah Kita Bersama?

Kayshilla [Morning Sasha! Aduh sorry banget ya gue gak sempat pamitan sama lo, soalnya gue lihat lo tidurnya masih nyenyak banget. Gue gak enak kalau bangunin. Anyway hari ini kayaknya gue mau libur dulu kerjanya. Gue sudah bilang sama tante Airin dan diizinin sih, cuma takutnya tante Airin lupa... Jadi gue mau minta tolong ke lo untuk sampaikan ke nyokap lo ya! Thankyou, Sash. Nanti gue jajanin es teh di kampus!]
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai teh kita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status