Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BIANGLALA KEHIDUPAN

BIANGLALA KEHIDUPAN

kata Kartika. "Ih,aku tu nggak suka bohong,Teh. Ya kalau aku memang udah janji pasti aku tepati. Teteh kalau punya uang nanti teteh bisa ikut kejar paket C supaya teteh bisa punya ijazah SMA. Kan nanti siapa tau teteh punya uang terus bisa meneruskan kuliah.Rezeki nggak ada yang tau." "Iya,aku juga nggak pengen kerja kaya gini terus. Aku pengen hidup normal dan bisa hidup dengan tenang."
107.1K viewsCompletedAdded to Library 269 Times as teh kita
Read
+Library
Titip

Titip

Harusnya dia menjelaskan saja. “Sini.” Dia menarik tanganku untuk duduk mengikutinya. Aku menepis tangan itu dan duduk di ujung tikar, menjaga jarak sejauh yang aku bisa, sambil waspada. “Mau dibuatin teh lagi? Masih mual?” Seperti tidak merasa bersalah, Bang Sam membuka kompor portabel, melepas pengamannya, dan menuangkan air mineral yang kami bawa ke dalam ceret kecil, yang barangkali hanya cukup untuk membuat dua gelas teh atau kopi saja.
107.9K viewsOngoingAdded to Library 268 Times as teh kita
Read
+Library
Karena Kita Berbeda

Karena Kita Berbeda

Kesal Tita pada sahabat kentalnya. “Huft." Menghela napas kasar. “Kesambet apa loh Neng?” “A-ku ham-pir sa-ja te-lat.” Ucapnya terbata-bata dengan napas terengah-engah. “Aku gak heran kamu telat, kamu on time, baru aku heran!” ejek Tita dengan muka cemberut. Titania Amalia, sahabat Ruth yang paling mengerti dirinya. Ruth dan Tita sudah berteman sejak awal mereka masuk perguruan tinggi.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as teh kita
Read
+Library
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as teh kita
Read
+Library
Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

] ["Saya Damian, Mbak. Teman kerja Teja. Sekarang, Teja sedang dibawa ke rumah sakit XX karena pingsan dua kali di dapur." ["A-apa?"] Bersambung
10181.1K viewsCompletedAdded to Library 6.5K Times as teh kita
Read
+Library
Takdir Kita Tak Pernah Terhubung

Takdir Kita Tak Pernah Terhubung

Dia hanya tinggal di sisiku. Putra kami tumbuh di bawah langit utara yang luas. Anto mengajarinya menunggang kuda sebelum ia benar-benar bisa membaca, memegang pedang kayu sebelum tangannya stabil. Dia tidak mengajari anakku penaklukan. Dia mengajari pengekangan. Dia mengajari kapan harus bertahan, dan kapan harus mundur agar orang lain dapat hidup. "Kekuatan ...." katanya suatu kali, sembari mengencangkan genggaman anak itu pada tali kendali. "Bukan mengambil apa yang kau inginkan. Melainkan mengetahui apa yang harus kau lindungi."
3.9K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as teh kita
Read
+Library
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

KODE-KODEAN Teh hijau Aman Teh hitam Bahaya Teh melati Butuh bantuan Teh pahit Ada yang intai Teh tarik MUNDUR TOTAL Ah Gwat: "Pokoknya kalau dengar 'teh tarik', lari." Macan Utara: "Aku ikut ke mana?" Jendral Lauw: "Kau jaga di luar. Siap-siap kalau darurat." Rapat selesai. Tapi di sudut ruangan. Ah Hwa masih diam.
461 viewsCompletedAdded to Library 11 Times as teh kita
Read
+Library
TAKHTA BAYANGAN

TAKHTA BAYANGAN

"𝘼𝙥𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙨𝙪𝙙𝙢𝙪? 𝙎𝙞𝙨𝙩𝙚𝙢 𝙠𝙤𝙣𝙩𝙧𝙤𝙡 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙖𝙥𝙖?" "𝙈𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 '𝙏𝙖𝙠𝙝𝙩𝙖 𝘽𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣,'" pria itu melanjutkan, suaranya hampir berbisik. "𝙎𝙚𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙩𝙚𝙠𝙣𝙤
101.8K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as teh kita
Read
+Library
Cinta Kita Sudah Punah

Cinta Kita Sudah Punah

kata ibu mertua dengan suara bergetar. “Ibu, aku tahu Kak Vania nggak menyukaiku. Tapi, kalian nggak perlu mengarang kebohongan jelek semacam ini cuma untuk menipu kakak.” Anggi menatap ibu mertua dengan wajah pucat. Jika saat ini aku masih hidup, aku pasti akan memuji Anggi. Sayangnya, Anggi tidak masuk industri hiburan dengan kemampuan akting seperti itu.
9.9K viewsCompletedAdded to Library 336 Times as teh kita
Read
+Library
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

“Hidup sebatang kara tanpa anak dan istri, orang tua juga sudah tidak ada lagi. Jadi, ya, kalau bosan tinggal pindah. Mumpung usia masih muda, gampang kemana-mana.” “Punya usaha apa di Ketapang, Mas?” Zahra mengulas senyum melihat Indra yang tertawa kecil. Melihat penampilan Indra, jelas dia bisa menduga kalau lelaki itu bukan lagi buruh pabrik seperti yang diceritakannya saat lulus SMA. Dia tidak bertanya lebih jauh saat lelaki itu tidak menjawab. Selain karena baru kenal, Zahra menanggapi ngobrol ya sebagai teman makan. Tidak ada salahnya menambah kenalan.
1017.8K viewsOngoingAdded to Library 692 Times as teh kita
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status