Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

Seorang lelaki tua membawa tas plastik di punggung sambil memegang tempurung kelapa menoleh pada Clara dan membantunya berdiri. ”Sore-sore kok di kebun, Teh. Bahaya, banyak ular.” Clara menghela napas, kali ini ia merasa sedikit lega karena bertemu manusia. ”Tetehnya tinggal di mana?” Logat Sunda begitu kental dari kakek yang Clara temui. ”Kek, boleh antarkan saya ke villa dekat air mancur? Saya tersesat, dari tadi cuma keliling di tempat yang sama terus.”
106.1K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as teh kita
Read
+Library
Red in Us

Red in Us

tegur Sakha sambil meletakkan cangkir berisi teh hangat di depan Katha. “Wow, bos buat minum sendiri, ya,” kekeh Katha. “OB yang buat. Aku cuma ambil di depan,” jelas Sakha sambil tertawa. “Minum, Tha. Udah kuminta buat hangat.” Katha mengangguk, lalu menyeruput teh hijau tanpa gula itu. Aroma teh bercampur melati memanjakan hidungnya. “Jadi gimana? Kemarin kamu nggak jawab telfonku.” Sakha memulai obrolan yang memang harus mereka bahas.
1018.4K viewsCompletedAdded to Library 681 Times as teh kita
Read
+Library
Kita Hanya Menikah

Kita Hanya Menikah

KARENA DI SINI NGGAK ADA YANG KASIH AKU SEMANGAT JUGA SIH? JADI TUNGGU OTHOR SEMPET AJA YA. JANGAN LUPA!!! LIKE KOMEN BERSAMBUNG...
9.927.9K viewsCompletedAdded to Library 724 Times as teh kita
Read
+Library
Kaya Itu Takdir

Kaya Itu Takdir

Kata sensei Semua terdiam seribu kata, tidak ada yang berani melawan juara nasional. "Tenang, dia tidak akan melukai kalian, dia akan menunjukkan teknik kepada kalian." Salah satu mahasiswa bersabuk biru mengangkat tangannya, "baiklah, maju kesini" Kemudian mahasiswa tersebut maju kedeoan Nathan, kemudian mereka saling membungkuk, "satu dua tiga mulai!" Setelah itu mahasiswa itu menyerang dengan ganas, namun Nathan menanggapinya dengan tenang, "lihatlah, juara nasional tidak ingin melawan" ucap mahasiswa tersebut dengan sombong" , Nathan menyeringai, kemudian tanpa disadari Nathan menendang lutut bagian belakang mahasiswa tersebut seperti kilat, "sudah sensei katakan, aku hanya akan menunjuk
1023.8K viewsCompletedAdded to Library 499 Times as teh kita
Read
+Library
DITIKUNG TETANGGA

DITIKUNG TETANGGA

🏵️🏵️🏵️ Sekarang aku ingat kalau nama yang Raka sebut tadi adalah tetangga masa kecilku. Apa mungkin orang yang sama? Saat SD kelas enam, tetanggaku tersebut mengaku pindah ke luar kota karena papinya mendirikan perusahaan di sana. Mereka akhirnya menjual rumah yang sekarang ditempati Tania—sahabat karibku.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as teh kita
Read
+Library
Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita

Allah, Izinkan aku melihat sosok itu kembali, sosok gadis penitip tasbih yang masuk dalam mimpiku. Ah, bukan penitip. Namun pemberi tasbih putih sebagai isyarat buatku untuk slalu mengingat kebesaranmu. *** Aula pondok hampir dekat. Laila bernapas lega, namun hanya selang beberapa detik. Tiba-tiba Ia merasakan ada air yang menetes. Laila bersempat diri menatap di mana asal titik air itu, apa hujan?
2.9K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as teh kita
Read
+Library
Perumahan Bejo 23 The Series

Perumahan Bejo 23 The Series

kata ku sambil menyerahkan amplop uang yang tadi aku tarik di ATM ke tangan Genta . "Apa itu teh ?" tanya ibu Camelia yang tiba-tiba datang dari arah ruang makan. #PerumahanBejo23TheSeries #NezhaHauw
1015.4K viewsCompletedAdded to Library 384 Times as teh kita
Read
+Library
The CEO and Me (Indonesia)

The CEO and Me (Indonesia)

Astaga," Yunita menepuk keningnya dengan telapak tangannya. "Kenapa, Teh? Kok Teteh nyebut?" tanya Meida dengan raut wajah yang kebingungan. "Aduh, Teh, saya teh lagi nyebut Teteh bukan minta dibuatin minuman teh, Teh." jelas Yunita. "Hehehe, kirain teh, Teh Yun minta dibuatin minuman teh. Kalau gitu Teh Yun mau dibuatin minuman apa, Teh?" "Kan saya teh sudah bilang nggak mau dibuatin minuman teh, Teh."
109.8K viewsOngoingAdded to Library 325 Times as teh kita
Read
+Library
Pendekar Pedang Tengkorak

Pendekar Pedang Tengkorak

Catra tersenyum canggung, ia menyadari jika kakek ini sudah tidak bagus lagi pendengarannya, jadi ia bisa memakluminya. Dengan sedikit mengeraskan suaranya, Catra kembali mengulangi perkataannya. "Oh, kisanak mau bertanya apa? Silahkan!" ujar pria tua tersenyum ramah, mencoba menutupi kegugupannya. "Kek, apakah ini benar jalan menuju ke Kota Teja?" Catra tidak berniat berbasa-basi. "Apa? Kota Teja?" Pria tua memastikan pertanyaan Catra dan mendapat anggukan darinya.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as teh kita
Read
+Library
Gadis? Tidak, aku Menyukai Wanita Dewasa!

Gadis? Tidak, aku Menyukai Wanita Dewasa!

Menurutnya, wanita dewasa seperti itu lebih cocok untuknya. "Raka, di mana toko teh milikmu?" "Itu ada di depan." Raka memimpin kelompok itu ke depan toko teh susu. Beberapa badut dari asrama semuanya mendongak ke arah tanda itu. "Toko Teh Susu Katia." "Raka, siapa Katia ini? Kakak perempuanmu?" "Hanya nama acak." Raka tidak mau mengakui bahwa nama kedai teh susu itu berasal dari namanya sendiri yang dikombinasikan dengan nama Tiara.
108.1K viewsOngoingAdded to Library 252 Times as teh kita
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status