Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
Namun, di balik semua kekokohan itu, ada sesuatu yang tak pernah benar-benar ia pahami.
Suatu malam, saat bulan menggantung malu-malu di balik tirai awan, Sekar duduk di ruang tengah, tangannya membelai gelas teh yang sudah tak lagi hangat.
“Mas,” ucapnya pelan, hampir seperti bisikan angin. “Apa Mas pernah merasa... aku terlalu diam?”
Suaminya menoleh, mengangkat alis. “Diam? Kamu? Nggak juga. Kamu selalu cerita kok, tentang toko bunga, tentang makanan yang kamu suka itu…”