Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku
“Ya ampun, kenapa ruangannya mendadak kayak kuburan? Mana senyumnya, sayang-sayangku?”
Dini mendengkus geli. “Tej, kita lagi istirahat, bukan lagi syuting iklan pasta gigi.”
“Alah, elu, Mbak,” balas Teja dengan gaya tangan mengepak ke udara. “Senyum itu ibadah, jangan pelit-pelit. Laki aja kalo disenyumin gue bisa langsung meleleh, tauk.”
Ryo spontan tertawa keras. “Ya iyalah, Tej. Mereka meleleh karena salah sangka. Kirain lo cewek beneran.”
Hot Chapters