Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

Rakta berteriak— > “Mulai hari ini… waktu akan berjalan bukan karena dewa… tetapi karena hati manusia yang memilih untuk mengingat!” Cahaya melesat ke langit. Langit terbuka. Dan dunia menghela napas pertamanya sebagai dunia yang benar-benar hidup.
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai telah lahir cahaya
Baca
+Pustaka
Mafia's obsession

Mafia's obsession

“Kalau begitu, mari kita pulang. Dunia butuh cahaya baru.” ---
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai telah lahir cahaya
Baca
+Pustaka
Melahirkan Anak Tuan Tampan

Melahirkan Anak Tuan Tampan

Cahaya satu lampu neon berkedip-kedip di atas kepalanya. Terdengar suara langkah kaki mendekat. Sepatu kulit menginjak lantai beton. Seorang pria berwajah seram muncul dari balik bayangan. Senyum sinis tergurat di wajahnya. Di tangannya, ada sebuah jam saku tua yang diputar-putar dengan santai. Perlahan ia mendekat dan segalanya menjadi jelas terlihat. Jean menatapnya tajam. “Ka … Kazuto!”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai telah lahir cahaya
Baca
+Pustaka
Cahaya Biru

Cahaya Biru

Sementara itu, Gery yang tiba-tiba muncul memberikan semangat tambahan, "Tenang, La. Gue juga di sini kok, nggak akan biarin apa-apa terjadi sama Cahaya." Gery menatapku dengan senyuman penuh keyakinan. Aku merasa jantungku berdegup kencang, merasakan kehangatan dari kata-kata Gery, sementara Lala memberikan senyum tipis lalu mengangguk pelan. Kami bertiga kemudian melangkah meninggalkan area itu, menuju ke kelas masing-masing dengan pikiran dan rasa yang masih belum sepenuhnya tenang.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai telah lahir cahaya
Baca
+Pustaka
Cahaya di Ujung Jalan

Cahaya di Ujung Jalan

"Ya, Sayang. Ini adalah awal dari kehidupan baru kita. Dan aku berjanji, tidak akan ada yang bisa merusaknya lagi." Di luar, angin berhembus pelan, membawa harapan baru dan menutup lembaran lama yang penuh luka. Kini, Fajar dan Sarah bisa benar-benar melangkah ke depan dengan tenang, bersama dua malaikat kecil mereka. TAMAT
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai telah lahir cahaya
Baca
+Pustaka
MELAHIRKAN LEWAT MULUT

MELAHIRKAN LEWAT MULUT

Laila kelojotan, matanya mendelik ke atas menahan sakit yang tiada tara. Lidah makhluk itu terus memanjang, menembus masuk ke perut lalu mengoyak lambung untuk tembus ke rahimnya. Entah bagaimana caranya lidah dari makhluk jadi jadian itu bisa meraih sosok kecil yang belum sempat lahir di dalam sana, membelitnya dan memaksanya keluar dari perut ibunya. Dan bayi tak berdosa itu pun lahir dari mulut ibunya dalam kondisi meninggal karna cengkraman kuat lidah si makhluk.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai telah lahir cahaya
Baca
+Pustaka
Alam dan Kita

Alam dan Kita

Isi Cahaya Cahaya, seribu cahaya menerangi jalanmu. Seperti, matahari dan rembulan disampingmu. Sinar mu begitu terang, membuat jalan menjadi terang. Langkahmu bagaikan permata laksana bunga bercahaya, yaa kala itu dipagi hari. Perjalanan harus kutempuh dengan berjalan kaki. Kota kabupaten masih jauh, aku masih sepertiga perjalanan.
9.73.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai telah lahir cahaya
Baca
+Pustaka
Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Cahaya membuncah dari setiap pori kulitnya. > “Aku… adalah Cahaya Purba yang tak padam.” “Aku… adalah sisa dari tiga jiwa yang memilih percaya.” “Dan sekarang… aku adalah Bara yang Tak Bisa Dipadamkan oleh Bayangan!” --- Cahaya Melawan Gelap Dari tengah kota, pilar cahaya setinggi langit memancar. Memotong gelombang iblis. Membangkitkan formasi tua yang telah lama mati. Kota Lianfeng bersinar.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai telah lahir cahaya
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

"Setiap kali aku bernapas, aku merasa seperti sedang meminum cahaya." Hal ini membuat manusia semakin berhati-hati dalam berbicara. Kata-kata kasar tidak lagi diucapkan karena mereka akan tampak seperti noda hitam yang mengotori udara bersih Nuranipura. Elian menemukan sebuah artefak baru di pusat The Inisium Gate yang disebut "The Mirror of Origin". Cermin ini tidak menunjukkan wajah kita sekarang, melainkan menunjukkan "Cahaya Pertama" yang kita miliki sebelum kita lahir ke dunia.
715 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai telah lahir cahaya
Baca
+Pustaka
Sang Putri Naga

Sang Putri Naga

"Aaaakkkhhhhhh!!" Sring "Oooeekk ooeeekk" Cahaya terang menyinari seluruh benua dengan hangatnya, dan di saat bersamaan bayi kembar laki-laki pun lahir. Seluruh tumbuhan kembali segar, para hewan ternak kembali bermunculan entah darimana, mereka yang kelaparan langsung segar bugar dan sehat, benua itu telah hidup kembali.
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai telah lahir cahaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status