Selubung Memori
Kota kecil ini ramai, diterangi remang-remang lampu, dipenuhi kebisingan memuakkan.
Hal pertama yang kulihat, adalah gerombolan preman yang masuk ke gang kecil lusuh, tempat aku pernah dihajar habis-habisan.
Kucing ini melompat, melihat gang kecil itu dari sudut ketinggian.
Gang itu gelap, kotor, tidak berubah sama sekali seperti yang terakhir kali diperlihatkan citra-citra ini. Kucing ini duduk di atas atap rumah rendah, dan di sana aku berada. Seorang bocah babak belur di sisi tempat sampah yang bau. Bocah yang kurus, lemah, seolah sebentar lagi dia akan pergi meninggalkan dunia. Di badannya hanya ada kain usang, sudah sobek-sobek, bahkan sangat kotor seperti tidak pernah mandi berhari-har
Sikat na Kabanata