Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR 5. Salah Jalan Kabut hitam seketika memenuhi lantai ruangan. Suhu pun mendingin, dengan bertambahnya kabut itu yang semakin menebal. Semua tatapan kini mengarah tepat ke arah gadis bergaun hitam itu. Tatapan tajamnya membuat siapa saja yang menatapnya seketika menunduk, atau membuang muka. Ada kelebihan tersendiri yang gadis itu miliki dengan tatapannya, membuat mereka langsung menunduk tahluk tidak berani melawan.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai teratur
Baca
+Pustaka
GAYATRI

GAYATRI

Gayatri yang tak tega lantas merengkuh tubuh ibunya yang bergetar. "Aku gak akan pergi, Bu. Itu hanya rencanaku saja. Siapa tahu Ibu menyetujuinya," kata Gayatri menenangkan ibunya. *** Sinar yang berasal dari arah timur terasa hangat di bumi. Burung-burung beterbangan hinggap dari pohon satu ke pohon lainnya. Ditambah lagi langit yang cerah menghiasi cakrawala.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai teratur
Baca
+Pustaka
Ethereal

Ethereal

Klik Kemudian ruangan kembali terang dengan lampu yang menyala, Cheline menutup pintu di belakangnya dan berjalan ke arah Tirtan dengan pergerakan sesensual mungkin. Dengan dress merah ketat dan belahan dada rendah yang melekat di tubuhnya membuat setiap pergerakannya terlihat semakin sexy. Cheline, adalah seorang penyanyi dan aktris kelas teri di ibu kota, memiliki paras yang menawan dengan bibir merah tebal, tahi lalat di ujung matanya, matanya yang tajam dan tubuhnya yang membuat setiap pria berlinang saliva.
102.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai teratur
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Takut kalau perempuan itu berbuat nekat atau mengurung diri berhari-hari yang menyebabkan dirinya depresi. Dengan sekali tarikan napas. Akhirnya Vitaloka mengangguk mengiakan ajakan Ika. Ika menuntun Vitaloka menuruni anak tangga. Dada Vitaloka bergemuruh hebat melihat betapa banyaknya tamu yang berkumpul. Vitaloka menyelipkan anak rambut ke beakang telinga. Merasa risi ketika di tangga terakhir, tatapan para tamu kini tertuju padanya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai teratur
Baca
+Pustaka
Tersesat

Tersesat

Atap rumah telah penuh sesak dengan ular. _________
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai teratur
Baca
+Pustaka
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Air terjun Pangkung! *********************************************************************
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai teratur
Baca
+Pustaka
Mission of Coordinate

Mission of Coordinate

Banyak yang beranggapan bahwa ini merupakan akhir dunia. “Keenan, aku akan menurunkan suhu selaput menjadi minus 600 derajat dan semakin turun secara bertahap. Suhu meteorit kali ini mencapai angka 5000 derajat, kita harus segera mendinginkannya agar selaput tidak rusak,” ucap Prof. Theresa. “Lakukan saja, Prof. Aku juga khawatir jika selaput tidak dapat menahan panasnya.”
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai teratur
Baca
+Pustaka
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

ANALISIS LINGKUNGAN - SENSOR TERMAL Suhu Air Eksternal: 85°C (Anomali Mendidih). Visibilitas Atmosfer: < 5% (Kabut Uap Tebal). Status Deteksi Satelit: Terblokir Sementara. "Raka! Lihat ini!" Naya menyeka air matanya, menunjuk ke arah layar. "Tumbukan kinetik itu menciptakan awan uap raksasa selebar lima puluh kilometer. Ditambah air laut yang mendidih, seluruh area ini sekarang adalah blind spot (titik buta) termal terbesar di bumi! Satelit Valerius tidak bisa melacak tanda tangan panas kapal kita selama kita berada di dalam kabut uap ini."
10587 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai teratur
Baca
+Pustaka
PUDAR

PUDAR

Beberapa kru mulai mengintip keberadaan Alan, Ely Yanti dan Mutia kompak menyalakan senter di ponselnya untuk menerangi sekeliling area tangga, mencari keberadaan Alan Saat senter dari ponsel kru yang bersembunyi di bawah tangga menyala dan mengarah keatas tangga, kru tersebut langsung berteriak histeris. Kru disampingnya pun ikut menyusul teriakan histeris tersebut. Ely Yanti yang kaget mengapa beberapa kru tadi berteriak histeris, memilih segera berlari keluar untuk menyuruh satpam yang sedang berjaga agar segera kembali menyalakan sakelar di rumah itu. Ada sesuatu yang tidak beres yang harus secepatnya ia ketahui saat seluruh lampu dalam rumah mewah itu telah menyala.
150 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai teratur
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

Rasa penasaran tiba-tiba membuncah, membuatku tak sadar menoleh kepada Aquilla yang mendongak untuk menatap Aurora tersebut. Aku baru menyadari bahwa di leher kanan Aquilla terdapat sebuah tato berbentuk naga yang warna memudar, seakan-akan berbaur dengan kulit putih pucatnya itu. Matanya pun kini bersinar merah, bukan lagi berwarna ungu yang membuatku takjub sekaligus iri. “Aquilla,” panggilku tapi dia tetap bergeming pada posisinya. Dia terlihat terlalu terikat dengan pemandangan Aurora berwarna ungu tersebut. “Apa yang sedang kau lakukan?”
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai teratur
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status