TETANGGA BARU
ucapnya membujuk, dan menyuntikkan kata-kata semangat.
"Kita program lagi di luar negeri. Kita berusaha lagi, semaksimal mungkin. Kamu mau 'kan?" lanjutnya bertanya.
Aku meraih kedua tangannya yang menangkup pipiku. Lalu menurunkannya dari sana. Berganti dengan menggenggamnya kini. "Oke, Mas. Kalau itu yang Mas mau. Tapi aku nggak mau program lagi, Mas. Biar aku coba konsumsi obat herbal aja, Mas."