Tetangga Aneh!
"Tenangkan dirimu, Ma. Kamu agaknya terlalu berlebihan. Coba lebih kendalikan emosimu itu. Tak baik untuk kesehatan. Sana sarapan, aku mau mandi lalu berangkat kerja."
"Ih, gak nafsu makan makanan setan. Kamu aja yang makan, aku sih ogah. Hmph!" Aku membuang muka benci. Mas Tedy benar-benar keterlaluan. Bisa-bisanya dia malah membela perempuan aneh itu.
Selepas Mas Tedy dan Dio berangkat, tampak Sita sedang menyirami tanaman di depan rumahnya. Tengah beradu pandang, Sita melempar senyum picik padaku.
Hot Chapters