Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis yang Tertawan

Gadis yang Tertawan

Ia tertawa bahagia, terkadang ia akan melompat-lompat karena girang. Ia merentangkan kedua tangannya bagai sayap burung yang terbang bebas, sesaat kemudian ia putar-putar sehingga rok yang dipakai mengembang dengan sempurna. Tawa kekanakannya terdengar sangat renyah, menampilkan gigi susunya yang berderet rapi dan putih bersih. "Ibuuuu." "Bapakkkkk." "Tunggu Senja!"
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
TUMBAL PENGANTIN

TUMBAL PENGANTIN

Tanya Intan. Mang Jajang tertawa terbahak-bahak. "Kok ketawa?"
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

Kata Amasu. Seketika semua bangsa gandarwa, peri (di dalam tradisi Indonesia disebut kuntilanak), Dhengen, ilu-ilu dan lain sebagainya terhempas keluar dari pepohonan yang hidup dan bisa berjalan. Sementara Rukma mulai melepaskan gagaknya untuk terbang menuju jalan yang ditunjukan lonthar Anarghya.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
CINTA YANG TAK TERMILIKI

CINTA YANG TAK TERMILIKI

Teriak Dhira saat Kaiva beranjak meninggalkannya. “Kammuuu naaaannyyeeeeaaaa?” Balas Kaiva dengan nada mengejek. Dhira melemparkan bantal yang tadi dilempar Kaiva. Naas, bantal itu melenceng dari sasaran. Bukan Kaiva yang kena, melainkan Janu. Bantal mendarat dengan sukses di wajah Janu. Sementara Kaiva malah terpingkal-pingkal mentertawakan Dhira yang kini menahan malu akibat ulahnya.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

"Percuma saja memohon ampun sekarang! Aku akan menghancurkanmu sampai mati, dan bahkan material bagus untuk kultivasi ganda di sebelahmu ini akan menjadi milikku!" An Lan tertawa terbahak-bahak dan melemparkan menara kecil itu keluar. Energi kacau yang menakutkan dan tak dapat dijelaskan menyebar di udara, menyebabkan bahkan ruang Istana Surgawi yang tampaknya stabil pun bergetar, dan bahkan Kaisar Tertinggi pun terguncang!
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Wajahnya pun terlihat sangat menyeramkan, rambutnya yang kini basah terkena hujan membuat sebagian wajahnya tertutup dengan gigi taring kecil yang muncul dari mulutnya. Hihihihi Hihihihi HIHIHIHIHI Kuntilanak itu terus-menerus tertawa, tertawa dengan nada yang menakutkan dan memekakan telinga. Aku yang tidak berdaya hanya bisa melihat mereka semua mengelilingi rumah tanpa bisa melakukan apapun.
10126.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai tertawanya kuntilanak
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
Saya Pujangga manik mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Salam hangat dari kami yang telah banyak berbuat keliru di masa lalu. Mohon semua salah dari kami di maafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Lengkunglangit
saya pembaca setia a, saya ga pernah menyesal baca cerita dr aa mah, ga prnh ada kesel"nya kalo baca. nyaman dan menikmati. saya doain cerita aa bisa sukses seperti kkn. aamiin, sehat" ya aa dan keluarga, biar semangat terus nulis na.
Baca Semua Ulasan
Tawanan Mertua Kakak

Tawanan Mertua Kakak

Ayang memainkan kakinya. “Tapi Ayang sedih tidak bisa membawa Rita,” ungkapnya sedih. “Rita? Siapa dia? Apakah dia boneka Ayang?” “Bukan, Rita adalah tikus. Dia adalah teman Ayang selain Nenek Sri.” “Ah, tikus ya.” Host tersenyum geli, dia lalu melihat ke Eril yang mau memberikan surprised pada Ayang. Lelaki itu lalu memberikan sebuah kandang mungil dan memberikannya pada kru untuk diberikan pada Ayang.
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
Mimpi Kelam Lilian

Mimpi Kelam Lilian

Ia menatap Lilian dengan binar baru yang semakin bersemangat. "Kau ingin bermain denganku? Kau? Hahaha ...!!" Kurt tertawa terbahak-bahak hingga tubuhnya bergetar. "Kemarilah kelinci kecil ... aku akan mencabik-cabikmu agar kedua penontonmu itu dapat menyaksikanmu terkoyak-koyak dengan kedua tanganku."
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
GANTENG-GANTENG PELIT

GANTENG-GANTENG PELIT

tegur Siti membuat dahi Munaroh berkerut. “Masa iya, mertuanya cuma dimasakin sambel terasi,” lanjut Siti membuat Munaroh paham jika ia menjadi bahan ghibah mertuanya sendiri. Munaroh tak menimpali. Dia hanya tersenyum, menanggapi sindiran tetangganya. “Berapa Mpok, semuanya?” “Dua puluh lima ribu,” sahut Siti yang pada akhirnya dibuat melongo oleh mantunya Romlah itu.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

teriak Yuni. Karena teriakan Yuni sangat kencang sampai terdengar oleh sang Papa yang ada di ruang tamu, sontak dia langsung mengetuk kamar Yuni dan Yuda. Tok Tok Tok "Ada apa dengan kalian?" teriak Fatih dengan terus mengetuk pintu. "Aww perutku!" teriak Yuni kemudian. Ada darah yang mengalir di kaki Yuni, Yuda pun langsung mengggendongnya dan langsung membawanya ke rumah sakit bersalin meski dalam hitungan belum waktunya karena usianya masih tujuh bulan.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status