تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Upah Satu Liter Beras

Upah Satu Liter Beras

tanya Aya, tertuju pada Tiara. “Bareng saja dengan kalian. Sisain sebagian buat baju Teteh.” jawab Tiara, kemudian bergerak menuju pintu.“Teteh mau ke rumah mak Iroh dulu.” ujarnya, gegas menuju rumah panggung yang berdiri persis di samping rumahnya. Bersambung...
104.3K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 103 مرة ضمن teteh bandung
قراءة
+مكتبة
BIANGLALA KEHIDUPAN

BIANGLALA KEHIDUPAN

"Aku nggak tau, harus bagaimana selain pasrah menjalani semuanya. Aku sama sekali tidak pernah berpikir untuk berada dan tinggal di tempat ini." "Kata Mami Sania tadi sebelum dia pergi, di sini kita boleh kok pergi jalan- jalan keluar. Bisa ke BIP atau jalan- jalan dan belanja di kepatihan. Atau kita bisa ke Kosambi, kata Teti di sana banyak yang bagus. Ya, aku kan bukan asli Bandung. Dulu, aku dan Wendah sering bermimpi untuk jalan- jalan ke Bandung. Ke kebun binatang, ke BIP, ke gedung sate. Jalan- jalan ke taman lalu lintas. Ah, pokoknya banyak lah yang kami pengen datangi. Tapi, sekarang malah nyasar di tempat hiburan malam. Aku ingat sama Ibuku, apa sekarang Ibu masih ingat sama aku, sa
106.9K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 138 مرة ضمن teteh bandung
قراءة
+مكتبة
Duda Tetangga

Duda Tetangga

"Oo, kita kebetulan ketemu di sini. Aku lagi nunggu pesanan saat kamu dan Om kamu datang ke tenda pecel lele ini. Terus aku nyapa kamu, tapi kamunya malah pingsan." "Masa, sih?" "Cataplexy-mu sepertinya belum hilang ya, Ai." "Ih, Yuda. Kalau manggil aku selalu Ai. Panggilan aku tuh, Ica bukan Ai." "Yah, habis waktu SMA kan ada temen kita juga yang panggilannya Ica. Aku nggak mau ketuker aja pas manggil." "Oh iya, si Marisa Dekaban, kan? Yang orangnya centil kaya bekel." Ica dan Yuda pun tertawa mengenang teman masa SMA-nya.
107.9K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 277 مرة ضمن teteh bandung
قراءة
+مكتبة
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.2K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 44 مرة ضمن teteh bandung
قراءة
+مكتبة
Terjerat Cinta Duda Ting-Ting

Terjerat Cinta Duda Ting-Ting

“Terus kamu gimana, Non? Kamu baik-baik aja? Keluargamu gimana?” “Yaaa untungnya aku baik-baik aja, Mit. Nggak sampai terjun ke kali, apalagi enggak racun titi.” Aku bisa mendengar ucapan syukur pelan Mitha di seberang sana. Titi adalah istilah slang kami untuk menyebut hewan tikus. Lagi pula, buat apa aku melakukan kedua hal konyol tersebut? Minum Thai tea ekstra Boba masih enak dan aku juga belum mewujudkan mimpi menginjakkan kaki di tanah suci. Jadi, buat apa aku ingin buru-buru mengakhiri nyawa sendiri? “Syukur deh kalau gitu! Orang tua dan keluarga besar kamu?”
2.1K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 72 مرة ضمن teteh bandung
قراءة
+مكتبة
7 Ramadhan Tanpamu

7 Ramadhan Tanpamu

tanyanya seolah ingin segera mendapatkan jawaban penentuan. Tiba-tiba dari pintu belakang Neni muncul dengan tangan penuh membawa bungkusan dan beberapa piring-piring yang dibawanya dari rumahnya. “Belanda saja, Teh. Kalau menurut Neni sih itu sangat cocok buat Teteh. Kalau menjadi model, akan sangat melelahkan mental. Apalagi Teteh itu mudah depresi serta stress. Kalau di Belanda ‘kan bekerja, abis itu Teteh bisa santai.” Ungkapan Neni sesuai dengan curhatan-curhatan Zeira padanya.
107.7K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 215 مرة ضمن teteh bandung
قراءة
+مكتبة
Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

POV Lisa. *** “Tapi, Teteh janji dulu habis ini kita pulang. Teteh kalau mau main Tik Tok-kan kan di rumah aja. Tidak usah di sini. Ngeri malam-malam tidur di teras orang takut ada hantu," ucap Salsa lagi. “Ngapain takut sama hantu yang ada mereka yang harus takut sama aku," jawab Rara lagi dengan pongahnya.
7.724.7K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 840 مرة ضمن teteh bandung
قراءة
+مكتبة
SETELAH AKU DIMADU

SETELAH AKU DIMADU

Aku tidak mungkin menyembunyikan statusku sekarang yang telah memiliki madu. "Kalau Nyonya memang ingin pulang ke Bandung, tentu itu adalah ide yang bagus. Nyonya perlu untuk menenangkan diri karena selama ini sudah cukup stres menghadapi semua ujian." Aku tersenyum kecil, kemudian mengangguk. Apa yang dikatakan oleh mbok Yem sangat benar, aku hanya menginginkan ketenangan dan aku yakin di kampung halamanku, aku akan memperoleh ketenangan itu.
103.6K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 105 مرة ضمن teteh bandung
قراءة
+مكتبة
Serendipity in Magnanimous

Serendipity in Magnanimous

Wajar, mereka sudah kelas XII dan pastinya akan banyak pemberitahuan seputar tetek bengek ujian dan kawan-kawannya nanti. Tak berminat membaca, ia berniat me-mute grup yang mulai berisik itu, lalu jarinya berhenti ketika sebuah pemikiran masuk ke otaknya. Buru-buru ia mengecek member grup itu, berharap menemukan sesuatu. Ia meng-scroll layar hingga sampai ke member dengan awalan huruf T pada display name mereka. Jreeenggg! Benar saja! Nama Titan terpampang jelas di sana. Buru-buru ia meng-add kontak cewek yang berhasil membuatnya uring-uringan tak jelas begitu.
106.4K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 184 مرة ضمن teteh bandung
قراءة
+مكتبة
Gemintang

Gemintang

ledek Keenan. “Ih, Ayah maaaah !!!” Tawa Keenan pecah, mereka kembali turun menuju area parkir. Ternyata Devina mengajak dua lelaki Sagara itu ke berbagai tempat. Bandung memang dikenal sebagai surganya makanan enak, ia mengajak keduanya menikmati cuanki, bandros, nasi liwet hingga es campur. Mereka juga mengelilingi sebagian kota Bandung dengan menggunakan bus.
105.1K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 143 مرة ضمن teteh bandung
قراءة
+مكتبة
السابق
1
...
5678910
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status