JEJAK HASRAT
Tara tersenyum tipis, "Kau tahu itu tidak mungkin, Pak Ardi. Aku adalah asisten rumah tanggamu, dan kau adalah suaminya Tisa. Tidak ada masa depan untuk kita."
Mereka terdiam, merenungkan keadaan yang tak dapat mereka ubah. Tara mulai mengumpulkan pakaian yang berserakan di lantai, merasa berat untuk meninggalkan kamar itu.
Ketika Tara telah tiba di rumah keluarga Ardi, Tisa menyambutnya dengan senyum. "Bagaimana perjalananmu, Tara?"
Tara mencoba tersenyum, "Baik, Nyonya. Saya merindukan rumah ini."