Punya frasa 'time so flies' di lirik atau caption memang sering bikin kupikirin makna aslinya. Kalau dilihat sekilas, inti pesan yang mau disampaikan biasanya tentang betapa cepatnya waktu berlalu, tapi bentuknya agak janggal kalau diterjemahkan kata per kata.
Dalam bahasa Indonesia yang alami aku biasanya memilih terjemahan seperti 'Waktu berlalu begitu cepat' atau 'Betapa cepatnya waktu berlalu' untuk nuansa agak puitis. Kalau konteksnya santai dan obrolan anak muda, pilihan yang lebih ringan bisa 'Waktu cepet banget berlalu' atau 'Waktu kayak terbang'. Pilihan kata kerja juga penting: 'berlalu', 'terasa singkat', atau metafora seperti 'waktu terbang' bisa mengubah suasana kalimat.
Intinya, jangan terpaku terjemahan harfiah. Sesuaikan dengan nada — formal, puitis, atau santai — supaya pesan dan emosi aslinya tetap tersampaikan. Aku sering pakai versi puitis buat caption panjang, dan versi ringkas buat subtitle, biar pembaca langsung nangkep perasaan yang dimaksud.