Di Balik Hujan
kataku, tersenyum menyeringai kearah Zahir.
Kemenangan di pihakku. Kini, kekalahan menghantui pikiran Zahir. Menundukkan kepala adalah pilihan terbaik yang dilakukannya untuk saat ini, Tertawa ejekkan menembus masuk ke telinga Zahir. Rasa dendam timbul di hatinya. Namun apalah daya, dia hanya bisa mengepalkan kedua telapak tangannya dengan kuat, sambil menahan rasa malu. Bu guru mencoba melerai dengan memintaku untuk menyudahi perkenalan dan kembali ke tempat duduk. Dengan senang hati, Aku menuruti perintah Bu guru. Berjalan kembali menuju tempat dudukku, di iringi senyuman kemenangan tergambar di wajahku.
Capítulos Populares