Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

Kadangkala emak-emak juga ikut latah menulis seperti itu. Mungkin karena tidak sakit oleh timpukan si Alay, kekehan Suster Ngesot semakin menjadi, dan wajah si Alay semakin mengelam. Dia benar-benar terlihat marah. Tiba-tiba .... "Phim phim pohhhh!" Si Alay mengucapkan kata-kata tersebut sambil menghentakan kaki ke tanah, dan dia pun melambung ke atas. Cukup tinggi juga lompatan si Alay sehingga membuat Suster Ngesot mendongakan kepala untung mengikuti bayangan si Alay dengan mata julingnya.
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai tulisan alay
Baca
+Pustaka
Wanita Malam Kesayangan Tuan Muda

Wanita Malam Kesayangan Tuan Muda

Dia pun meniru tingkah Mustika dengan berkacak pinggang dan segera memangkas jarak di antara mereka. “Jangan bawa-bawa asal usul aku, ya? Aku memang tinggal berpindah-pindah, tapi aku nggak buta yang namanya kesopanan. Harusnya Anda sadar kalau suara Anda itu kerasnya kayak apa tadi? Nggak ada niat dengar pun akhirnya bisa denger kok,” cerocos Alayya yang jelas mengabaikan dengan siapa dia bicara. “Masih bisa kamu bicara, ya? Bukannya minta maaf malah berani melawanku? Kamu lupa siapa aku di sini?”
9.69.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai tulisan alay
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
wieanton
ya lbh aman untuk keduanya gk bertemu sementara waktu, satu sisi kasian alayya satu kasian jg khirsna jd lbh baik jgn bertemu aja. mau gmn pun khirsna dlunya ke ayya tp dia memperlakukan ayya baik gk seperti hidung belang pd umumnya, ayya jg begitu baik sm khirsna, gk mudah buat lupakan semua itu
Kania Putri
fix menang kayanya kematian ayya dalangnya si Oscar ini, duh Oscar gak ada jeranya ya apa yg disukai bosmu pasti kamu suka udah dulu nisa sekarang si ayya . hei mustika ratu drama napa lu syok ya pas tau siapa ayya sebenarnya wkwkw
Baca Semua Ulasan
Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Oranye. “Isi hati?” gumamku membaca tulisan latin di sampul buku tebal yang juga berwarna orange juga. Kejutan demi kejutan aku dapatkan dari lembar yang aku buka. Rasa bersalah dan bodoh semakin pekat seiring dengan detak jam weker di sebelahku. Ternyata di setiap tulisan tangan Alya menunjukkan aku keliru, meskipun hal yang sepele seperti yang dia tulisan ini.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai tulisan alay
Baca
+Pustaka
Alam dan Kita

Alam dan Kita

Melihat semangatmu tak kunjung usai Jalanan bagimu seperti ruang Asap kendaraan bagimu adalah pencaharian Sudah tak kuat menahan tulang yang sakit Bermodal suara untuk mendapat penghasilan Iri bagi mereka yang menetap ditempat layak Anak yang masih punya harapan Ku usap dada dengan pelahan Dan mereka menerima apa yang telah di takdirkan tuhan. ******
9.73.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai tulisan alay
Baca
+Pustaka
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Yang semua personilnya dituntut wajib ngelahirin bahasa-bahasa alay yang baru. Jelas! Munculnya komunitas ini menggeser popularitas Nia si perusak bahasa, pikirnya. Tapi, jeniusnya Dini menemukan perbedaan diantara Nia dan genk alay hum gambreng. Sangat tidak penting, kan ??? “Haa to the loooow, Haalooow !! Selamat pagi princes-princes ku?” sapa Tiara sang ketua genk alay pada peliharaannya si enam cewek alay.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai tulisan alay
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta, Luka Nyata

Kontrak Cinta, Luka Nyata

Ia menatap tulisan itu lama, lalu menutup laptop tanpa menekan tombol kirim. *** Di malam-malam berikutnya, Alya mulai berani menulis untuk dirinya sendiri, bukan hanya untuk menjawab orang lain. Ia menulis. “Aku bukan perusak. Aku hanya perempuan yang jatuh cinta. Salahku adalah mencintai di waktu yang salah, dengan cara yang salah. Tapi, hatiku tidak pernah berniat jahat.” Tulisan itu terasa seperti napas baru. Ia menangis setelah menulisnya, tapi kali ini bukan karena sesak, melainkan karena ada sedikit ruang lega.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai tulisan alay
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kontrak Dokter Muda

Pernikahan Kontrak Dokter Muda

Keyla melirik curiga pada Arial, “Ada apa nih? Aku gak ulang tahun loh.” “Ck, masa suami ngasih kalung ke istrinya aja harus nunggu ulang tahun?” Keyla tak menjawab. “Ayo pake.” “Itu kenapa inisialnya AK?” “Arial Keyla ‘kan?” Keyla menaikkan bibir atasnya, “Alay.” Arial membuang nafas kasar, “Kamu bilang aku alay?” “Kayak anak SMP yang lagi masa cinta monyet tahu gak.”
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai tulisan alay
Baca
+Pustaka
Pernikahan Tanpa Kasih

Pernikahan Tanpa Kasih

"Novel online? Astaga, itu lelucon, kan? Fiksi murahan seperti itu bisa menghasilkan uang? Kamu bercanda, Ayla." Ratna mempersempit matanya, wajahnya berubah serius. "Jadi, semua ini? Semua tulisan yang kamu buat itu—kamu memanfaatkan nama keluarga ini untuk mendongkrak popularitas, kan?" Ayla menahan diri agar tidak meledak. "Nggak ada satupun yang aku tulis berhubungan dengan keluarga ini. Semua yang aku capai murni dari kerja keras sendiri. Nama keluarga ini nggak ada hubungannya sama sekali."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai tulisan alay
Baca
+Pustaka
Bertukar Akad: Menikahi Adik Ipar Sendiri

Bertukar Akad: Menikahi Adik Ipar Sendiri

"Ishh, nih orang gimana, sih? Suka sama cewek masak nggak tahu warna favorit." "Sira beda, Al. Dia sejenisnya kamu gitu. Susah dideketin. Nggak tergiur barang mewah," celetuk Yoga membuat Alya menoleh lalu menatapnya horor. Reflek Yoga mengangkat kedua tangannya sejajar bahu. "Udah, jangan ungkit-ungkit lagi masa lalu, dong. Aku jadi nggak enak, kan." "Iya-iya maaf, Al."
9.6152.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai tulisan alay
Baca
+Pustaka
TERJERUMUS TEMAN KOS

TERJERUMUS TEMAN KOS

tambah Layla lagi. “Husssshhh ... !!! Sembarangan kamu, La. Kok jadi ngelunjak ya kita mentang-mentang ditawari Zeline,” balas Alana. Kalimat yang seketika membuat ketiganya tertawa. “Lagian makan daging mulu, kamu makin endut baru tahu rasa kamu, La.”
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai tulisan alay
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status