PAMER SUAMI
potongnya dengan tatapan memohon.
Aku menahan napas, lalu membuangnya dengan pelan-pelan. Tersenyum tipis dan mengangguk.
Astaga, aku merasa seperti pertama kali diajak kencan oleh calon suami.
"Alhamdulillah, makasih, ya, Bu Caca."
"Tidak ada kata maaf dan juga makasih," balasku, menirukan ucapannya dulu setelah mantap mengucapkan kalimat sakral pernikahan.