Gadis Tanpa Ingatan
Tanah bergetar lembut, dan suara dari masa lalu—lembut, hangat—berbisik di sekeliling mereka:
“Maka jadilah engkau pelindung terakhir. Warisan kini bersatu kembali. Dan malam tak bisa lagi menelan cahaya yang lahir dari pengorbanan.”
Amara berdiri. Lebih tenang. Lebih kuat.
Ia sudah memilih.
Dan di kejauhan, Nadine—berdarah dan penuh amarah—berdiri di balik bayang pohon Larangan, menyaksikan semuanya.
“Mereka sudah membangkitkan warisan… tapi aku akan jadi yang terakhir memilikinya,” desisnya.
Malam itu, angin membawa kabar ke seluruh penjuru. Bahwa garis darah tua telah kembali. Bahwa perang yang dulu hanya legenda… akan segera dimulai kembali.
인기 회차