SILARIANG
Tyo tidak melanjutkan kata-katanya, dia hanya mengambil kakaknya dan menyalami punggung tangan perempuan itu.
“Tyo dan Tenri akan kembali ke Jakarta, ibu tidak mau menerima kami di sini meski hanya sebentar saja. Tolong jaga ibu yaa Mba, sampaikan salam Tyo ke mas Damar.”
“Beri ibu waktu yaa Tyo, Tenri, ibu sifatnya memang keras dan tidak mau dibantah. Suatu saat nanti pasti ibu akan luluh juga. Dia hanya belum menyadari jika dia memiliki seorang menantu perempuan lagi yang cantik dan baik ini.” Wulan mengelus lengan Tenri kemudian merengkuhnya ke dalam pelukan yang hangat.
Hot Chapters