Rayuan Maut Para Tetanggaku
Rasanya seperti menurunkan beban yang sudah kupikul selama dua tahun ini.
Aku membuka kantung dari Vina. Di dalamnya ada bakpia, yangko, dan brem.
Khas Yogyakarta.
Sepertinya dia memang orang sana.
Aku tersenyum kecil, lalu mencicipi sepotong bakpia. Lembut, manis, aromanya hangat. Setelah itu aku membereskan tas kerja terakhirku, tas yang mungkin tidak akan kupakai dalam waktu lama.