Menikah Tanpa Cinta
Gendhis memejamkan matanya, tangannya melingkar di pingganku.
"Maafin aku, ya, Mas. Semalam terlalu emosi, maaf juga sudah menolak permintaanmu."
"Nggak pa-pa, sayang, yang penting kamu masih percaya sama, Mas," kataku setelah merenggangkan bibirku dari keningnya.
Gendhis mengangguk dan tersenyum. Lalu, melepas pelukannya, begitupun denganku.
"Sudah, ah. Aku mau wudu lagi. Gara-gara kamu jadi batal wuduku."
Hot Chapters