ログインกว่าจะรู้ว่านางมีค่าและคู่ควรกับตนก็สายเสียแล้ว หลินหลีฮัวจากไปแล้ว คิดเสียใจอยากได้นางกลับคืนยังจะทันหรือไม่ ชายาของข้าได้โปรดหวนคืน ทว่านางเป็นสตรีเช่นไร หลินหลีฮัวไม่ใช่พวกหวนคืนโดยง่าย!
もっと見るTap
Tap Langkah seorang wanita berkerudung hitam, serta pakaian hitam itu terlihat sangat panik, bagaimana tidak? Dia baru saja mendapatkan kabar kalau katanya sahabatnya itu tengah sakit keras. Anayah Mardan adalah seorang janda yang baru saja berusia 20 tahun, selama ini Anayah dan sahabatnya tidak pernah bertemu, namun sekalinya Anayah dapat kabar dia mendengar kalau sahabatnya Alya Rohalia tengah sakit keras. "Mbak di mana ruangan pasien yang bernama Alya Rohalia, katanya dia ada di UGD?" sahut Anayah pada suster yang ada di sana. "Sebelah sana Bu." jawab suster itu menunjuk pada salah satu ruangan yang lumayan dekat dari sana. Anayah yang kerap di panggil Naya itu berjalan ke arah sana. Naya ragu saat dia sudah ada di depan pintu ruangan UGD itu. Tokk Tokk Naya memutuskan untuk mengetuk pintu terlebih dahulu. namun, saat ini seorang laki laki dengan perawakan tegap tinggi membukakan pintu ruangan itu. "Siapa?" tanya Ilyas Syafar Marwansyah. "Siapa mas?" sahut seorang wanita dari dalam sana, dan Naya yakin kalau orang itu adalah Alya Rohalia yang tak lain adalah sahabatnya. "Assalamualaikum." ucap Naya yang langsung masuk ke dalam ruangan itu melewati Ilyas. "Al!" sahut Naya dengan tatapan sendu karena melihat Sabahatnya yang sekarang terbaring lemah di atas ranjang ruangan UGD. Selang Impus menempel di tangan Alya yang sekarang terlihat sangat pucat. "Nay!" sahut Alya tersenyum menatap pada sahabatnya yang sudah beberapa tahun tidak bertemu dengannya. "Astaghfirullah Al, ada apa ini? Kenapa kamu jadi begini, Ya Alloh." Naya menangis menatap pada nasib sahabatnya yang terlihat sangat menyedihkan itu. "Aku sehat hanya saja Tuhan tengah memberikan aku sebuah kenikmatan." sahut Alya. "Kenapa begini, Al?" ucap Naya yang langsung memeluk sahabatnya itu. Air mata terus saja membanjiri pipi Naya yang sedikit tembam itu. "Sudah kamu ini cengeng sekali aku baik baik saja." ucap Alya. Ilyas langsung duduk di samping istrinya. "Alya mengidap kanker stadium akhir." sahut Ilyas. "Astaghfirullah Al." ucap Naya yang menangis semakin menjadi jadi apa lagi Alya sudah Naya anggap sebagai kakaknya sendiri. "Nay bisa tidak aku minta sesuatu dari kamu, sebelum usia aku habis aku mau kamu mengabulkan keinginan aku ini." pinta Alya. "Apa?" tanya Naya. "Kata Dokter aku di vonis tidak bisa punya anak, dan katanya aku akan tiada beberapa minggu lagi, karena perkembangan kanker aku ini begitu cepat." jelas Alya. "Lantas?" Naya sangat penasaran pada apa yang akan di minta Alya. "Suami aku sekarang sudah mapan, dia punya pekerjaan tetap, suami aku bisa menjaga aku saat aku sakit, bahkan dia juga rela membersihkan rumah saat dia pulang kerja karena aku gak bisa melakukan, dia suami yang baik tak akan pernah aku dapatkan suami seperti dia di mana pun, hanya saja dia sedikit dingin tapi dia bisa bercanda sampai membuat aku tertawa." Alya memuji muji Ilyas. "Sebenarnya aku malu mengatakan ini tapi..." Ucapan Alya terpotong, dia menghela nafasnya berat takut sahabatnya itu akan marah apa lagi selama ini mereka tidak pernah bertemu. "Nay, Nikahi suamiku!" pinta Alya Rohalia. "Gak, gak mungkin, aku gak mau!" bantah Anayah terkejut mendengar hal itu. "Aku sakit Nay, suami ku butuh seorang istri yang bisa menjaga dia Nay, aku yakin kamu bisa." pinta Alya. "Mustahil!" sahut Naya. "Sayang, kamu jangan macam macam." ucap Ilyas marah saat istri meminta sahabatnya untuk menikahi Ilyas. "Mas kamu butuh seorang istri, kamu harus punya anak." ucap Alya. "CK Alya aku menerima kamu apa adanya." sahut Ilyas. "Aku hanya mau kamu bahagia Mas, aku yakin kalau Naya ini bisa menjaga kamu, lihat dia sangat keibu ibuan apa lagi dia sudah punya anak, aku gak akan khawatir dengan kondisi kamu nantinya mas." ucap Alya. "Aku gak mau, kamu tau kan Al kalau aku bukan wanita yang suka di madu, aku mau jadi satu satunya bukan salah satunya." sahut Naya. "Aku juga gak mau!" bantah Ilyas. "Mas lihat aku, dengan Kondisi aku yang seperti ini aku gak mungkin bisa melahirkan seorang anak, aku akan sangat bahagia jika Naya yang menjadi istri kamu." sahut Alya. "Mustahil!" bantah Naya. "Aku akan meninggal Nay, maka dari itu aku mau melihat kamu bahagia." ucap Alya. "Al, dokter itu bukan tuhan! Jodoh, mati, Rezeki udah di atur sama Alloh bukan sama dokter." sahut Naya. "Dahulu kamu bilang kamu akan membalas Budi padaku karena aku sudah membantu kamu, dan sekarang aku minta balas Budi mu itu." ucap Alya dengan suara yang berat, ada rasa tak rela di hati Alya apa lagi dia meminta suaminya menikah lagi. Naya terkejut mendengar hal itu, tak pernah dia sangka kalau temannya akan melakukan hal itu padanya. Naya membenarkan letak kerudungnya, dengan ucapan itu Naya tentu saja merasa sangat berkewajiban untuk membalas budi pada Alya. "Baiklah, atas dasar balas budi, aku mau menikah dengan suami kamu." ucap Naya. "Gak mungkin!" bantah Ilyas. "Mas ayolah demi aku." ucap Alya. "Tapi sayang?" sahut Ilyas. "Mas plis ya." pinta Alya. "Ya terserah lah." putus Ilyas yang sudah kesal pada pemikiran istrinya itu. Berat rasanya menghadapi suatu kenyataan kalau suaminya akan menikah lagi, tapi Alya tidak bisa egois di sisi lain suaminya butuh seorang anak dan butuh istri yang bisa menjaganya. Sedangkan Alya dia bahkan sudah di vonis akan meninggal beberapa Minggu lagi. Alya tak percaya pada hal itu, hanya saja dia takut kalau suaminya akan meminta menikah lagi lalu mencampakkan Alya. Hingga pemikiran bodoh itu sampai di kepala Alya. "Kuatkan aku tuhan." batin Alya yang saat ini akan menangis. Naya merasa sangat kecewa pada temannya itu, suatu kemustahilan kalau Naya bisa suka pada Ilyas yang tak lain adalah suami dari sahabatnya itu. "Turun ranjang, apa itu yang akan di maksud pada pernikahan ini." Naya membatin. Naya sebenarnya masih trauma akan pernikahan mengingat kalau dahulu dia di selingkuhi oleh mantan suaminya, bahkan Naya juga sampai mendapatkan kdrt saat dia menikah dahulu. Dan mungkin saja rasa trauma itu masih membekas di hati Naya yang masih terluka itu. "Apa ini benar, apa aku tidak akan merasa sakit hati lagi nantinya?" batin Naya menatap pada kondisi sahabatnya yang sangat menghawatirkan. Rambut Alya bahkan rontok saati ini kulit kepala Alya bahkan sudah hampir terlihat jika saja Alya tidak memakai penutup kepala. "Ya Alloh, aku kasihan pada Alya." batin Naya lagi menangis nasib sahabatnya.ตอนที่40#อวสานอีกหนึ่งเดือนต่อมาถานอิ๋งฮัวกับเด็ก ๆ เจ็ดชีวิตก็ออกเดินทางไปเจียงหนาน ส่วนหลินหลีฮัวนั้นรั้งอยู่ข้างกายสามีของนาง เช่นไรก็ไม่ยอมติดตามมารดาไปอยู่เจียงหนานเพราะห่วงใยสามีของนางและทำตามคำพูดว่าจะร่วมทุกข์กับเขานั่นเอง เหตุใดจึงต้องจากไปเจียงหนานนะหรือ?ก็เพราะเจียงหนานอยู่ติดกับชายแดนอาณาจักร หนานเหอ และบ้านเดิมของอดีตเจิ้งกั๋วกงแท้จริงมิได้อยู่ในเมืองเจียงหนานแต่อยู่ในตำบลหนึ่งของแคว้นซีเยี่ยหนึ่งในเก้าแคว้นของหนานเหอ หากเกิดอันใดขึ้นแน่นอนอิทธิพลของฮ่องเต้จ้าวหลิวหย่งและเชื้อพระวงศ์ของเทียนสุ่ยย่อมไปไม่ถึงเพราะหนานเหอเป็นอาณาจักรที่ใหญ่กว่าเทียนสุ่ย กำลังทหารมากกว่า ร่ำรวยกว่าและอุดมสมบูรณ์กว่า หากคนจากเทียนสุ่ยคิดจะยื่นมือเข้าไปยุ่งกับประชาชนของหนานเหอนับว่าโง่เขลาเต็มที ยิ่งบ้านเดิมของฝ่ายมารดาของถานอิ๋งฮัวหรือก็คือท่านยายหรือยายทวดของหลินหลีฮัวเป็นถึงองค์หญิงขั้น2ของราชวงศ์หยวนแห่งหนานเหอด้วยแล้วหากคิดแตะต้องครอบครัวของอดีตเจิ้งกั๋วกงฟู่เหรินเกรงว่าฮ่องเต้แห่งเทียนสุ่ยไม่ว่าจะเป็นคนใดในเวลาหนึ่งร้อยปีนี้คงมิกล้าแน่นอนพอส่งมารดากับบรรดาน้อง ๆ ไปแล้วแผนการต่าง ๆ ของ
ซึ่งผู้เป็นเจ้าของปลายลิ้นนุ่มก็ให้ความร่วมมือด้วยการส่งมันมาทักทายและเกี่ยวพันร้อยรัดเรียวร้อนอย่างกึ่งกล้ากึ่งกลัว ผ่านไปครู่ใหญ่จนภายในศีรษะของหลินหลีฮัวนั้นขาวโพลนราวกับหิมะและใกล้จะขาดอากาศหายใจจ้าวเข่ออี้จึงปล่อยปากจิ้มลิ้มให้เป็นอิสระหลินหลีฮัวถึงกับหอบหายใจแรงจนทรวงอกอวบอั๋นสะท้านขึ้นลงโดยแรง"อย่ากลั้นลมหายใจ"จ้าวเข่ออี้กระซิบใกล้ใบหูขาวสะอาดแล้วจึงฉวยโอกาสใช้ริมฝีปากแกร่งขบเม้ม หลินหลีฮัวขนลุกเกรียวด้วยความเสียวซ่านและสยิว สองร่างค่อย ๆ คืบคลานถอยร่นขึ้นไปบนเตียง แสงเทียนมงคลยังคงสว่างไสวจนเห็นเงาร่างของคนบนเตียงกว้างเข้าแนบชิดนัวเนีย ม่านมุ้งถูกกระตุกลงด้วยฝีมือของผู้เป็นเจ้าบ่าวที่รอคอยวันนี้มานานถึง4ปีเศษก่อนจะตามลงมาด้วยอาภรณ์ของทั้งสองทีละชิ้น ทีละชิ้น เงาร่างเคลื่อนไหววูบวาบสลับไปกับเสียงลมหายใจของทั้งสองที่แรงขึ้นตามอารมณ์ มือแกร่งของจ้าวเข่ออี้ลูบไล้ลงบนข้อเท้าเรียวเล็ก เขายกขึ้นแล้วกดเรียวปากแกร่งจุมพิตที่ปลายนิ้วเท้าเล็ก ๆ น่ารักอย่างไม่คิดรังเกียจว่าเท้าเป็นส่วนที่ต่ำที่สุดของร่างกายหลินหลีฮัวย่อมไม่ยินยอมนางขยับเรียวปากเตรียมจะเอ่ยห้ามการกระทำนี้หากแต่ชายหนุ่ม
ตอนที่39# เข้าหอนี้คงมิอาจรั้งรอได้แต่ถึงจะขี่ม้าชมทิวทัศน์และดาราอย่างใจเย็นเช่นไรสุดท้ายจวนหยางกวางกงจู่ก็ยังปรากฏอยู่เบื้องหน้าอยู่ดี รอบจวนตกแต่งด้วยโคมไฟสีแดงกับตัวอักษรมงคล แน่นอนว่าห้องหอของคู่สามีภรรยาใหม่นั้นย่อมถูกจัดเตรียมเอาไว้พร้อมแล้ว ตั้งแต่หน้าประตูใหญ่ของจวน จ้าวเข่ออี้นั้นก็เป็นฝ่ายอุ้มภรรยาของตนข้ามธรณีประตูใหญ่แล้วเขาอุ้มจนถึงห้องหอที่มีปิงจีและถงอีเปิดประตูรออยู่ เท้าแกร่งพาร่างอรชรในอาภรณ์ชุดป้านปี้สีแดงเลือดนกตรงไปวางลงบนเก้าอี้ซึ่งตรงหน้าคือโต๊ะอาหารมงคลที่พร้อมไปด้วยสุราและอาหาร"พวกเจ้าไปพักผ่อนกันเถิด เหน็ดเหนื่อยกันมาหลายวันแล้วทิ้งคนไว้แค่รอเก็บสำรับก็พอ"เป็นจ้าวเข่ออี้ที่เอ่ยกับคนของตนเองและภรรยา ทุกคนก้มศีรษะรับคำแล้วจากไปพร้อมปิดประตูให้ดิบดี“มาเถอะพวกเรามาทำพิธีผูกผมและดื่มสุรามงคลกัน”ปีนี้จ้าวเข่ออี้อายุ30บริบูรณ์ส่วนหลินหลีฮัวก็เต็ม19ปีไปเมื่อเจ็ดวันก่อนทั้งสองจึงนับว่าเป็นผู้ใหญ่เต็มกายด้วยกันทั้งคู่ แต่ถึงอย่างนั้นราตรีนี้คนสองคนก็ต่างเขินอายต่อกันอยู่บ้าง จ้าวเข่ออี้แน่นอนว่าเขาอายุปูนนี้แล้วย่อมเคยผ่านราตรีวสันต์มาบ้างแต่ก็เท่านั้นเพราะประส
ตอนที่38#ในที่สุดเราก็ได้แต่งงานกัน (สักครา)หลังจากพูดคุยกันจนเข้าใจและหลินหลีฮัวรับปากแต่งงานกับจ้าวเข่ออี้แล้วราตรีนั้นทั้งสองก็ปรึกษากันถึงแผนการจะรับมือกับฮ่องเต้เช่นไร เพราะแน่นอนว่าหลินหลีฮัวไม่มีทางยินดีให้ว่าที่สามีของตนเองต้องกลายเป็นแพะ รับเอาบาปที่ฮ่องเต้คิดทำแต่กลับไม่ลงมือเองโดยเด็ดขาดซึ่งก็คิดตรงกับจ้าวเข่ออี้ดังนั้นที่ช่วงหลังเขาดูยุ่งวุ่นวายนักจึงถูกเฉลยออกมาว่าเขากำลังวางแผนตลบหลังฮ่องเต้จ้าวหลิวหย่งโดยร่วมมือกับองค์ชายรองและองค์ชายสามโดยมีข้อตกลงร่วมกัน ฉากหน้าเขาอยู่ฝ่ายฮ่องเต้ฉากรองเสแสร้งร่วมมือกับซ่งฮองเฮากับองค์ชายห้าจ้าวหรงจื่อ เช่นนี้แล้วผู้ใดยังกล้าเรียกจวิ้นอ๋องว่าเป็นตัวโง่งมได้อีก ใครจะเรียกและเข้าใจผิดไปก็ช่างแต่หลินหลีฮัวนั้นไม่เชื่อเด็ดขาด แต่ถึงเขาจะดูเลวดูร้าย ทว่าหากเขาไม่ถูกหมายหัวก่อนบุรุษของนางมีหรือจะกลายเป็นคนเช่นนี้หึ! จ้าวหลิวหย่งผู้นั้นคิดผิดไปแล้วจริง ๆซึ่งแน่นอนว่าหลังจากนั้นมารดาของหลินหลีฮัวย่อมทราบเรื่องราวไปด้วยเพราะจ้าวเข่ออี้นับถืออีกฝ่ายเป็นมารดาอีกคนของตนเองเช่นกัน และเหมือนกับจ้าวเข่ออี้ดังพบทางสว่างจากที่คิดว่าทุกสิ่งยากเย็นพอไ
ตอนที่32#ยากจะหวนคืนแล้วจริง ๆแล้วจ้าวเข่ออี้นั้นก็ทำเช่นที่เขาตั้งใจได้จริงเสียด้วยมื้อเช้านับจากวันนั้นล้วนเป็นฝีมือของจวิ้นอ๋องหรือท่านอาเก้าปรุงอย่างน้อยก็กับข้าวสามอย่าง พอตกเย็นถึงเขาจะอยู่หรือไม่ได้อาหารมื้อค่ำก็จะทำเอาไว้ให้หลินหลีฮัวเสมอเมื่อใดที่นางเรียกคนเตรียมอาหารฝ่ายเรือนครัวก็จะอุ่น
ตอนที่31#เริ่มผูกกระเพาะของนางแล้วหลังจากหลับไปหนึ่งตื่นพอถึงรุ่งเช้ามาเยือนอาการหัวใจเต้นระรัวใบหน้าร้อนวูบวาบหายไปแล้วสมองของหลินหลีฮัวย่อมแจ่มใสดังปณิธานที่นางตั้งมั่นมาแต่เยาว์วัยว่า จะเจอเรื่องดีหรือเรื่องร้าย จะเหน็ดเหนื่อยหรืออ่อนล้า แค่กินให้อิ่มท้องแล้วหลับให้เต็มตื่นเป็นพอ เมื่อยามเช้ามา
ตอนที่14#ก็บอกแล้วว่าอย่าให้ข้าสู้กลับ!ระหว่างอยู่บนรถม้าหลินหลีฮัวก็คิดว่าตนเองต้องเล่นให้ยิ่งใหญ่สักหน่อย จะเอาความคนนางจะใจอ่อนมิได้เพราะคนเช่นเพ่ยอวี้กับจ้าวหลิวเย่เป็นพวกไม่เห็นโลงศพไม่สะท้านจริง ๆดังนั้นเมื่อลงจากรถม้าสภาพของนางจึงย่ำแย่ผมเผ้ายุ่งเหยิงใบหน้ามีรอยนิ้วมือปากบวมเบ้าตาขวาเป็นสี
ตอนที่8#เจ้านี่มันกระบือทั้งฝูงเสียจริง!"คุกเข่า!"เพียงแค่เงาร่างของจ้าวหลิวเย่ที่ถูกเนี่ยกงกงกับจงเจี้ยนองครักษ์คนสนิทประคองมาปรากฏให้เห็น เสียงตวาดกึกก้องของจ้าวเข่ออี้ก็ดังขึ้นแล้ว เขาไม่สนใจสักนิดว่าบัดนี้สภาพของจ้าวหลิวเย่นั้นจะย่ำแย่เพียงใด มันใจร้ายใจดำกับหลินหลีฮัวได้เขาก็ไม่ปรานีเช่นกัน












レビュー