Se connecterไป๋ฉางอวี้ สาวน้อยวัยสดใสในยุคศตวรรษที่ 21 ทะลุมิติเข้ามาอยู่ในยุคโบราณได้ของแถมเป็นสามีและก้อนแป้งอีกหนึ่ง แต่เหตุไฉนถึงส่งนางมาอยู่ในครอบครัวที่ยากจนที่สุดในหมู่บ้านซ้ำร้ายสามีตัวดีกับมาตาบอดเสียอย่างนั้น! โชคยังดีที่นางทะลุมิติมาพร้อมระบบวิเศษที่จะพาครอบครัวไปสู่ความมั่งคั่ง! - - - - - - - - - - “สามีของเจ้าเป็นอย่างไรบ้าง” “หืม สามีของข้างั้นหรือ” “ใช่แล้วข้านั้นยุ่งจนไม่มีเวลาไปเยี่ยมเลย” ไป๋ฉางอวี้มองใบหน้าที่กำลังเขินอายอยู่นั้นก็ขมวดคิ้วด้วยความสงสัย “แต่เจ้าอย่าคิดมากเลยนะเจ้าเคยบอกข้าว่ารังเกียจบุรุษตาบอดไม่ใช่หรือ ไม่ต้องกังวลไปหากท่านพี่เซียวเย่เปิดใจข้านั้นจะดูแลเขาให้เป็นอย่างดี” “อะไรนะ!”
Voir plusMata Renjana tampak kosong, memandang layar ponselnya. Ia tengah menyaksikan tayangan hasil wawancara yang dia lakukan bersama Andra, suaminya, dua hari lalu untuk kepentingan promosi brand.
Di dalam video wawancara itu, Andra maupun Renjana terlihat layaknya pasangan suami istri yang bahagia dan sempurna. Pria itu murah senyum dan tampaknya enggan melewatkan satu menit pun tanpa menyentuh Renjana, membuat wanita itu tersenyum manis. Sama sekali tidak kelihatan bahwa Renjana berada dalam tekanan. “Jadi bisa disimpulkan kalau Kak Renjana ini idaman sekali ya,” ucap host yang memimpin wawancara. “Begitu, bukan, Kak Andra?” Andra tersenyum. “Dia tidak sempurna, tapi dia sempurna untuk saya.” “Manis sekali~” Host kembali berkomentar. "Kalian menikah sudah cukup lama, tapi apakah belum memikirkan soal momongan? Bukannya itu akan makin menyempurnakan pernikahan kalian?" Dalam video, Andra tertawa kecil. “Betul,” jawabnya. “Banyak yang bertanya, sampai berasumsi jangan-jangan saya belum siap membagi istri saya dengan anak nantinya.” “Tapi sebenarnya bukan itu alasannya,” lanjut Andra. Ia merangkul bahu Renjana di sampingnya. “Seperti yang kita semua tahu, hamil akan membuat bentuk tubuh serta hormon perempuan berubah. Jadi perlu kesiapan Renjana untuk itu.” Renjana akhirnya mematikan video itu dan langsung membalikkan ponselnya ke meja. Di telinga orang lain, jawaban itu terdengar manis. Bagi Renjana, itu hanya cara lain Andra melempar kesalahan kepadanya. Renjana memejamkan mata, menghela napas panjang untuk menenangkan diri atas sesuatu yang mustahil bisa ia dapatkan dari suaminya. Di dalam video yang kembali berputar, terlihat Andra menyela pertanyaan tersebut dengan tawa kecil. Sikapnya tampak sangat santai menanggapi para media, tetapi sorot netranya berubah dingin saat sempat berpapasan dengan tatapan sang istri. Tap. Tap. Tap. Suara langkah kaki yang mendekat membuyarkan lamunan Renjana yang tengah duduk di kursi ruang utama. "Sedang apa kamu, Jana?" tanya sang suami. Sebuah senyum tipis dipaksakan di bibir Renjana. Tatapan tajam Andra membuat dirinya sedikit gemetar. “Bukan apa-apa, Mas. Hanya menonton wawancara kemarin,” jawab Renjana kemudian. Andra melangkah mendekat untuk mengecek ponsel Renjana. “Oh,” komentar pria itu singkat. Ia menoleh ke arah Renjana, lalu mengernyit. “Tapi kenapa ekspresimu begitu?” “Nggak apa-apa, Mas. Hanya saja–” Andra memutar video wawancara itu, langsung melanjutkan dari detik ketika Renjana menjedanya. Suara manis Andra langsung terdengar, menjelaskan soal kondisi Renjana yang cukup sibuk dan harus menjaga kesehatan. Terdengar paling peduli, padahal tidak sama sekali. “Mas,” panggil Renjana hati-hati. “Untuk pertanyaan soal momongan bukannya seharusnya tidak ada?” “Oh, kemarin kutambahkan. Banyak followers kamu bertanya-tanya, jadi sekalian saja dijawab begini.” Andra menatap Renjana. “Kenapa? Kamu tidak terima dengan jawaban yang sudah kusiapkan?” “Bukan begitu,” jawab Renjana dengan suara lembut, mencoba menguatkan suaminya yang ego dan sensitivitasnya memang jauh lebih tinggi. “Lalu apa? Jangan membohongiku,” tukas Andra. Ia menarik Renjana agar berdiri, tangannya mencengkeram milik Renjana kuat-kuat, membuat wanita itu mengaduh pelan. “Memangnya kamu mau aku jawab bagaimana? Kalau aku tidak bisa buat kamu hamil? Begitu!?” "Bukan, Mas... bukan begitu..." rintih Renjana dengan suara yang mulai terisak. "Ah, bilang saja kalau kamu memang mau menyindirku!" sentak Andra sambil menepiskan tangan Renjana dengan kasar hingga perempuan itu terduduk kembali di kursi. Renjana menggigit bibirnya, menahan isakannya agar tidak keluar dan makin membuat Andra marah. Inilah wajah asli Andra yang tidak pernah diperlihatkan kepada publik. Selama tiga tahun pernikahan mereka, Renjana sudah terlalu sering melihatnya. Di luar sana, Andra adalah suami sempurna. Di rumah ini, Renjana bahkan tidak bisa mengutarakan pendapatnya sendiri. “Oh ya, aku mau bicara soal tawaran baru,” kata Andra kemudian. Dia duduk dengan santai di depan Renjana dan mengutak-atik tablet di tangan. “Tawarannya oke, dan aku sudah terima.” “Tawaran brand apa, Mas?” tanya Renjana. Ia mencoba tidak memicu kemarahan Andra lagi. “Nih. Baca.” Andra menyerahkan tablet di tangannya. Renjana mengambil tablet tersebut, membaca baris demi baris poin kerja sama dari pihak agensi. Awalnya, ekspresi Renjana biasa saja. Namun, begitu matanya sampai pada poin utama kontrak, bola matanya membulat sempurna. “Mas, kita nggak bisa ambil tawaran ini,” ucap Renjana seketika. “Di sini mereka minta aku untuk hamil–untuk kita punya bayi. Kita nggak mungkin ….” “Fokusmu itu jangan di sana!” bentak Andra. Sepasang matanya berkilat menyeramkan, penuh keserakahan. “Lihat bayarannya per konten. Ini rekor penawaran kita!” “Mas, kamu tahu kata dokter. Ini bukannya kita nggak mencoba program hamil atau sejenisnya, tapi–” “Karena aku mandul? Itu yang mau kamu katakan!?” Andra tiba-tiba berdiri dan menghampiri Renjana. Dicengkeramnya dagu wanita itu untuk memaksa Renjana menatap matanya yang dingin. "Dunia ini luas, Renjana. Atas izinmu atau tidak, aku akan menemukan seseorang yang menanam benih dalam dirimu.” Renjana membeku. Untuk pertama kalinya, ia benar-benar takut pada suaminya sendiri. "Mas... kamu gila..." bisik Renjana lirih dengan air mata yang luruh. "Aku realistis!" Andra menghempaskan dagu Renjana dengan kasar. Tok. Tok. Pintu penghubung dapur terbuka. "Makan malam siap." Suara bariton yang berat dan lugas itu memotong ucapan Andra. Renjana menoleh, mendapati Seorang pria tinggi berdiri di ambang pintu. Seragam koki hitam itu tidak mampu menyembunyikan postur tegapnya. Rahangnya tegas, sementara sorot matanya tajam dan sulit ditebak. Naren. "Pesanan kopi Anda, Tuan." Suaranya rendah dan lugas. Tidak ada basa-basi. Tidak ada senyum berlebihan. Andra memandangnya selama beberapa detik, lalu perlahan tersenyum. Senyum yang membuat bulu kuduk Renjana seketika meremang. "Tepat waktu," puji Andra. Naren mengangguk singkat. Namun, sebelum pria itu sempat berbalik untuk pergi, suara Andra kembali menginterupsi. "Naren." Langkah kaki pria itu terhenti seketika. "Ada pekerjaan baru untukmu." Naren tidak langsung menjawab. Untuk pertama kalinya, pria itu menoleh ke arah Renjana, mengabaikan Andra sejenak. Tatapan mereka bertemu di udara. Entah kenapa, di bawah intimidasi sepasang mata yang tajam itu, jantung Renjana mendadak berdebar tidak nyaman. Ada rasa waswas yang langsung mencengkeram dadanya. Naren kemudian mengalihkan kembali fokusnya, lalu menyahut dengan suara rendah yang tenang, "Saya dengarkan, Tuan." -ตลาดจีนเมืองลั่วหนาน-ถนนในเมืองลั่วหนานทุกซอกทุกมุมในเวลานี้นั้นล้วนมีแต่เสียงจุดประทัดที่ดังสนั่นหวั่นไหวไปทั่วทั้งเมือง เทศกาลหยวนเซียวเวียนมาถึงอีกครั้งผู้คนในเมืองต่างก็ดูปรีติยินดี และพากันออกมาชื่นชมความงดงามของโคมไฟและลวดลายต่างๆ กันมากมายยิ่งนักกลุ่มเด็กน้อยก็กำลังวิ่งเล่นในตลาดเสียงหัวเราะของพวกเขาดังกึกก้องไปทั่ว เมื่อผ่านแผงขายขนมจีนโบราณนานาชนิดต่างก็หยุดแวะซื้อกันจนล้นมือ ขนมมากมายมากหน้าหลายตาเต็มแผงขายของไปหมดมีทั้งขนมถั่วแปบ ขนมเปี๊ยะและขนมทอดกรอบกลิ่นที่หอมหวานนั้นตลบอบอวลไปทั่วตลาด“ท่านแม่ข้าไปเรียนแล้วนะขอรับ”เหวินเซียวหยวนลูกชายเพียงคนเดียวของเหวินเซียวเย่และไป๋ฉางอวี้นั้นยืนทำแก้มป่องอยู่ตรงหน้าของนาง ท่าทางที่ดูมีความสุขเมื่อได้ออกไปร่ำเรียนกับเพื่อนๆ ทำให้ไป๋ฉางอวี้อดที่ยิ้มอย่างเอ็นดูให้เขาไม่ได้“ไปเถอะแต่เมื่อเช้าเจ้ากินข้าวเพียงนิดเดียวเอง เอาขนมนี่ติดตัวไปด้วยเผื่อจะหิว”“ขอบคุณขอรับท่านแม่”เหวินเซียวหยวนที่สะพายย่ามภายในบรรจุหนังสืออยู่ก็ยื่นมือไปรับเอาห่อขนมมาใส่ในย่ามของเขา ขนมที่ห่อมิดชิดแต่กลับมีกลิ่นหอมลอยออกมาจนผู้ที่ได้กลิ่นแทบจะน้ำลายไหลตามๆ ก
เหวินเซียวเย่ คือบุตรชายของหนึ่งในอนุใต้เท้าเว่ยผู้ที่หนีหายออกไปจากจวนเพราะถูกรองฮูหยินใส่ร้ายเรื่องคบชู้กับทหารในจวนทหารคนสนิทที่คอยอยู่เคียงข้างใต้เท้าเว่ยผู้นั้นถูกลงโทษโบยจนตายไป ก่อนหน้าที่จะรับโทษเขาได้วางแผนให้นางหนีออกไปจากจวนไม่ว่าใต้เท้าเว่ยจะออกตามหานางเท่าใดก็ไม่เคยได้พานพบกันอีกเลยฮูหยินเว่ยไม่คิดว่าบุตรชายที่เกิดจากสายเลือดที่แท้จริงของเขานั้นจะยังมีชีวิตอยู่ น่าเสียดายที่ใต้เท้าเว่ยไม่อาจพานพบเขาได้อีกแล้วลายปักผ้าที่ฮูหยินเว่ยยังคงทะนุถนอมมาจนถึงทุกวันนี้นั้นคือผ้าเช็ดหน้าที่มารดาของเหวินเซียวเย่เป็นคนทำขึ้นมา ลวดลายที่คล้ายคลึงกันกับของสามีไป๋ฉางอวี้เป็นเหตุให้นางโยงเรื่องราวทั้งหมดจนทั้งสองคนได้มาพบกันอีกครั้ง“ฮูหยินแม้ว่าข้าจะมีสายเลือดตระกูลเว่ยก็จริงแต่ว่าข้าก็เป็นเพียงบุตรของอนุเท่านั้นหาได้มีสิ่งใดเหมาะสมกับตระกูลของท่านไม่ ท่านได้โปรดอย่าใส่ใจข้าอีกเลยขอรับ”“พูดอะไรเช่นนั้นมารดาของเจ้าเว่ยอิงเป็นเหมือนน้องสาวของข้าหากว่าไม่มีนางข้าก็คงตรอมใจเรื่องอนุคนที่พ่อของเจ้ารับเข้าจวนมานับครั้งไม่ถ้วนแล้ว นางเป็นเหมือนคนที่ต่อชีวิตให้ข้าเมื่อรู้ว่านางจากไปข้านั้นเสี
เวลาผ่านไปวันแล้ววันเล่าในที่สุดนางก็มาอาศัยอยู่ในตัวเมืองได้หนึ่งเดือนเต็มๆ แล้ว ร้านค้าของนางแรกเริ่มขายเพียงสุราและอาหารเท่านั้น ส่วนกระเบื้องเคลือบเหล่านี้นางยังคงเก็บสะสมเอาไว้บนชั้นวางเพื่อเรียกความสนใจจากลูกค้าเท่านั้นยังไม่ได้เปิดขายจริงจังเสียทีเพราะงานในร้านที่มากมายจนในแต่ละวันแทบไม่มีเวลาพักทำเอานางลืมเรื่องนั้นไปเสียสนิท ปานรูปหัวใจในที่ลับของเหวินเซียวเย่!กลางดึกคืนนั้นไป๋ฉางอวี้ตื่นขึ้นมาเพราะได้ยินเสียงตะกุกตะกักด้านล่างของร้านค้าแต่เมื่อหันไปมองด้านข้างของตนกลับพบเพียงความว่างเปล่า“ท่านพี่หายไปไหนนะ”ไป๋ฉางอวี้ที่คิดว่าเสียงที่ได้ยินเมื่อครู่อาจเป็นเสียงของผู้เป็นสามีนางจึงลุกจากเตียงนอน แต่ทันใดนั้นอาการวิงเวียนหน้ามืดก็ตีตื้นขึ้นมารู้สึกได้ว่าห้องของนางหมุนได้อาการหน้ามืดเช่นนี้ไม่ใช่ว่านางจะเป็นบ่อยๆ หรือเพราะนางทำงานหนักเกินไปงั้นหรือไป๋ฉางอวี้เลิกคิดฟุ้งซ่านก่อนจะค่อยๆ เดินออกจากห้องนอนแล้วลงมาที่ชั้นล่างเมื่อมาถึงก็ต้องแปลกใจที่เครื่องเคลือบที่สั่งมาก่อนหน้านี้ถูกวางตั้งเอาไว้บนโต๊ะหลายหลายชิ้นที่สำคัญลวดลายเหล่านี้ไม่ใช่นางเป็นคนวาดขึ้นมา!“นี่มันอะไรกันเนี่
“ในที่ลับของสามีท่านมีปานรูปหัวใจหรือไม่”“พรู๊ด!”“พ่อบ้านซือเหตุใดจึงถามเช่นนี้กันเล่า”ไป๋ฉางอวี้ตกใจจนถึงกับพ่นน้ำชาออกมาใบหน้าของนางแดงก่ำเพราะความเขินอาย‘มาถามเรื่องลับๆ แบบนี้ได้อย่างไรกันนะนางใช่ว่าจะเคยร่วมหอกับเขาเสียที่ไหนกันเล่า คนที่เคยๆ ทำเรื่องนั้นมันก็ภรรยาคนเก่าของเขานี่นาใช่นางเสียที่ไหนกัน’“ก็ท่านกับเขาเป็นสามีภรรยากันย่อมรู้เห็นทุกเรื่องของกันและกันอยู่แล้ว ก่อนหน้าข้าไม่กล้าถามแต่ในเมื่อท่านเป็นคนเริ่มข้าถึงได้กล้าถามออกมาอย่างไรเล่า”“คือว่า”“หืม”ไป๋ฉางอวี้มองหน้าอีกฝ่ายอย่างจนใจตั้งแต่ทะลุมิติมานางได้นอนร่วมเตียงกันกับเขาก็จริงแต่ได้เคยร่วมรักกันที่ไหนเล่ากลางดึกสงัดของคืนนี้ไป๋ฉางอวี้หยิบเอาน้ำหอมออกมาจากระบบวิเศษ น้ำหอมที่มีกลิ่นจางๆ แต่ทำให้เพศตรงข้ามต้องการบางอย่างจากตัวของสตรีได้‘ไม่เอาน่าข้าเป็นคนแบบนี้ตั้งแต่เมื่อไหร่กันนะ’ไป๋ฉางอวี้โอดครวญในใจเพราะความอยากรู้เรื่องที่พ่อบ้านสือบอกเล่าทำให้นางเตรียมพร้อมกับเหตุการณ์บางอย่างนี้เอาไว้“เฮ้อ ไม่เอาแล้ว”เมื่อหันหลังกลับเพื่อจะไปเปลี่ยนชุดออกนั้นก็พบเข้ากับเหวินเซียวเย่ที่ยืนขวางทางนางเอาไว้“ทะ ท่านพี
“พรู๊ด!”ไป๋ฉางอวี้ที่ตักข้าวต้มใส่ปากไม่ทันได้เคี้ยวเป็นต้องรีบคายออกมาอย่างรวดเร็ว“อะ อะไรเนี่ย”“ท่านแม่ข้าว่าต่อไปให้ท่านพ่อทำอาหารเถอะนะขอรับ”“ก็ข้าแค่…ละ แล้วเหตุใดพวกเจ้าสองคนถึงไม่ยอมบอกข้ามาตรงๆ กันเล่า”“ก็พวกเรา”“ไม่เป็นไรหรอกน่าเติมน้ำลงไปอีกหน่อยก็กินได้แล้ว”“พอเถอะข้าจะไปทำให้ใหม่”
“เพล้ง!”ไป๋ฉางอวี้หันไปมองตามเสียงนั้นก่อนจะรีบวิ่งเข้าไปในบ้านด้วยความรวดเร็วเมื่อเข้ามาถึงก็พบกับเศษกระเบื้องเคลือบที่แตกกระจายตามพื้นห้องกับหนึ่งบุรุษและอีกหนึ่งเด็กน้อยที่กำลังก้มเก็บเศษของมันอยู่นั่นเอง“พวกเจ้าทำอะไรกัน”“ท่านแม่!”“ลุกขึ้นมาเดี๋ยวนี้เลยนะหากถูกเศษกระเบื้องบาดมือเข้าจะทำอย่าง
“แกร๊บ!”สองเท้าที่ก้าวพ้นประตูไปแต่แล้วดันเหยียบเข้ากับเศษกระดาษที่ถูกวางระเกะระกะเอาไว้ทำให้บุรุษผู้นั้นหันมามองอย่างรวดเร็ว นางเบี่ยงตัวหลบทันใดก่อนจะหันหลังแล้วรีบวิ่งออกไปด้านนอกบ้านด้วยความรวดเร็ว‘ยังไม่พร้อมจะเจอหน้าเขาในตอนนี้ขอทำใจก่อนแล้วกัน’นางกลับมานั่งลงบนชิงช้าตามเดิมในหัวก็คิดไปเรื่
“ท่านแม่”เสียงเรียกของใครบางคนดังแว่วเข้ามาในหัวของเธอเบาๆ ไป๋ฉางอวี้ฝืนความเจ็บปวดพยายามลืมตาตื่นขึ้นมาทีละนิดแต่เมื่อดวงตาเปิดจนเต็มตากลับพบเพียงภาพบรรยากาศที่ไม่คุ้นเคย เพดานห้องที่ควรจะเป็นฝ้าแบบยุคสมัยใหม่ทำไมถึงได้มีแต่ขื่อไม้ที่ถูกวางขวางเอาไว้ระหว่างเสาต้นใหญ่อย่างไม่เป็นระเบียบนัก‘ที่นี่ม






commentaires