Se connecterจอมทัพสร้างวีรกรรมใส่ไอ้หมีถึกไว้ขนาดไหนอีกฝ่ายก็ยังไม่มีทีท่าว่าจะโกรธ ยังมาติดใจขนมหวานที่เขาอุตส่าห์ซื้อสุ่ม ๆ ไปขอโทษอีก คนมันจะมีความรัก ทำตัวแย่แค่ไหนมันก็มีอะเนอะ
Voir plusNaraya Pov
Pagi yang indah untuk memulai aktifitas, Naraya sudah bersiap–siap untuk berangkat menuju kantornya. Setelah dia selesai menyiapkan sarapan untuk suaminya, Naraya pun langsung berangkat menuju ke kantor. Karena jarak antara apartemannya dengan kantor lumayan jauh. Ia harus menempuh sekitar 40 menit untuk sampai ke kantornya.
“Sayang aku berangkat dulu, sarapannya sudah aku siapkan di atas meja makan, dan jangan lupa sebelum berangkat sarapan dulu,” ucap Naraya sambil berpamitan dengan Reyhan yang masih di dalam kamar lagi bersiap-siap.
“Iya sayang hati-hati, jangan ngebut-ngebut naik mobilnya, sampai di kantor, jangan lupa langsung beri kabar sayang,” ucap Reyhan dari dalam kamar dengan sedikit berteriak.
“Ok Sayang,” ucap Naraya sambil berjalan keluar dari Apartemannya.
Naraya bergegas keluar dari apartementnya, dan menuju mobil kesayangannya, mini coper merah, yang ia beli dari hasil kerja kerasnya selama ini. Meskipun suaminya menjabat sebagai CEO Perusahaan keluarganya, Naraya tidak pernah menggantungkan hidupnya kepada Reyhan suaminya. Naraya tetap bekerja sebagai staff keuangan di perusahaan Lesmana Corporation. Mencapai di titik ini pun, Naraya harus melalui banyak cobaan dan rintanga dalam hidupnya.
Mulai dibuang orang tua kandungnya dipanti Asuhan, sekolah dengan beasiswa, mulai tingkat dasar sampai bangku kuliah. Dan sampai akhirnya Naraya menikah dengan Reyhan tanpa restu oleh kedua orang tua Reyhan, cuma karena Naraya tidak jelas asal usulnya dari mana,dan sampai sekarang pun orang tua Reyhan tidak mengakui Naraya sebagai menantu di keluarganya. Namun Naraya tidak pernah berkecil hati, karena dia percaya banyak orang-orang disekitarnya, masih banyakyang masih menyayangi dan mencintainya.
Di perjalanan menuju kantor, Naraya banyak berfikir tentang pernikahannya yang sampai sekarang belum dikaruniai keturunan. Banyak hal yang dia fikirkan. Sampai-sampai Naraya tidak sadar sudah sampai di depan kantor tempat dia bekerja.
Entah kenapa tiba-tiba Naraya memikirkan suaminya, suami yang sangat dia cintai dengan sepenuh hati. Dua tahun pernikahan, dia jalani dengan suka duka bersama, tanpa adanya pertikaian yang besar dalam rumah tangganya.
Meskipun mertuanya sangat membencinya, cuma gara-gara Naraya anak panti asuhan yang tidak tahu asal usulnya. Setiap perkataan yang diucapkan mertuanya, layaknya belati yang menghunus jantung Naraya, begitu sangat menyakitkan. Meskipun Reyhan sering mengingatkan supaya tidak memperdulikan perkataan orang tuanya, entah apa yang harus Naraya lakukan untuk mendapatkan hati kedua orang tua Reyhan, yang sampai sekarang masih membencinya.
“Nay,” Sapa Kinan, mengagetkan Naraya yang lagi asyik melamun sendiri.
“Eh iya Nan.” Naraya tersenyum manis kepada Kinan. Teman sekaligus sahabatnya yang satu divisi dengannya bekerja.
“Kenapa kamu pagi-pagi sudah melamun, Nay? ada masalah sama rumah tangga kamu, Nay?” tanya Kinan pada Naraya dengan khawatir. Karena tidak biasanya Naraya melamun seperti saat ini. Seperti banyak fikiran yang sedang dia fikirkan.
“Engak juga Nan, cuma ada yang aku fikirikan saja, kamu udah dari tadi datangnya?” tanya Naraya pada sahabatnya Kinan.
“Barusan datang, kamu udah sarapan, Nay?” tanya Kinan.
“Udah Nan, tadi sebelum berangkat,” ucap Naraya sambil tetap menyunggingkan senyum kepada sahabatnya itu. Karena dia tahu, kalau Kinan pasti memikirkan dirinya. Naraya tidak ingin orang yang dia sayang terbebani oleh masalah yang menimpa dirinya, cukup dia sendiri saja yang menanggungnya.
Naraya mengajak Kinan masuk ke perusahaan tempatnya bekerja. Naraya dan Kinan berjalan berdampingan menuju ke ruangan mereka. Karena Naraya dan Kinan satu kubikel di divisi Keuangan.
Naraya duduk ditempatnya, dan memulai mengerjakan pekerjaannya membuat laporan keuangan bulanan, yang harus dia setorkan kepada atasannya. Karena kecerdasan yang dimiliki Naraya, Naraya diberikan tanggung jawab sebagai ketua perencanaan pembuatan laporan. Baik laporan bulanan, maupun laporan tahunan.
“Nay, dipanggil pak Andi, disuruh ke ruangannya sekarang,” ucap salah satu teman Naraya yang bernama Nora, teman satu kubikel di divisi keuangan.
“Ok Nor,” ucap Naraya sambil bergegas menuju ruangan pak Andi sang kepala divisi keuangan.
Tokk...Tokk...Tokkkk
Naraya mengetuk pintu ruangan pak Andi, dan setelah mendengar jawaban pak andi untuk mempersilahkan Naraya masuk, Naraya membuka pintu dan langsung masuk ke ruangan Pak Andi.
“Duduk Nay,” ucap Pak Andi mempersilahkan Naraya untuk duduk.
“Nay, tolong siapkan laporan tahunan kita, karena perusahaan pusat menginginkan kita mengirimkan laporan tahunan kita secepatnya. Bagaimana, apa Tim kamu siap mengerjakan laporan ini, Nay? kalau siap, saya akan memberikan waktu selama satu bulan untuk mengerjakan laporan itu,” ucap Pak Andi dengan tenang.
“Siap, Pak,” jawab Naraya dengan sopan.
“Ok, Nay! saya tunggu hasil laporannya, semangat mengerjakan dan semoga sukses dalam mengerjakan laporannya,” ucap pak Andi.
“Siap Pak, saya pamit undur diri kalau begitu.” Naraya pamit untuk kembali ke ruangannya.
Naraya berjalan kembali keruangan, teman-temannya yang satu divisi dengan Naraya, sedang berkumpul menunggu Naraya kembali dari ruangan Pak Andi. Setelah Naraya duduk ditempat duduknya, teman-temannya menghampirinya, dan menanyakan perihal pemanggilannya tadi ke ruangan Pak Andi.
“Ada apa Nay, kamu sampai dipanggil Pak Andi?” tanya Kinan mewakili yang lain.
“Oh... tadi itu Pak Andi memerintahkan kita untuk mengerjakan laporan keuangan tahunan. Karena perusahaan pusat meminta laporan keuangan tahunan perusahaan cabang. Salah satunya tempat kita bekerja ini. Kita dikasih waktu menggerjakannya selama satu bulan oleh perusahaan,” ucap Naraya menjelaskan pada teman-temannya.
“Wah, kalo begitu kita harus siap-siap lemburNay?” ucap Nora menimpali.
“Bisa dibilang begitu Nor, karena tahu sendiri kalo kita mengerjakan laporan tahunan, biasanya dikasih waktu dua bulan oleh perusahaan. Sekarang cuma dikasih waktu sebulan oleh perusahaan untuk mengerjakan laporan itu,” ucap Naraya santai.
“Yang terpenting Tim kita selalu kompak,” ucap Kinan dengan semanggat.
“Yang aku suka dengan tim kita, salah satunya yaitu kekompakannya dalam bekerja sama, tim yang solid dan saling membantu dan mengajari satu sama lain,” ucap Naraya.
“Ok sebelum kita memulai pertempuran untuk mengerjakan laporan keuangan, bagaimana kalo kita pulang kerja nanti makan bareng ditempat biasanya kita makan, bagaimana?” tanya Nayara kepada tim divisinya.
“Ok, setuju.” Semua serempak menyetujui acara makan bersama setelah pulang dari kantor, sambil melangkah ke mejanya masing-masing.
Derrrrt...Derrrtt...
Handphone Naraya bergetar, setelah melihat siapa yang memanggil, Naraya langsung mengangkatnya, karena suami tercintanya yang sedang menelphonenya.
“Iya Sayang,” ucap Naraya dengan tersenyum bahagia mendapat panggilan telphone dari suaminya.
“Sayang maaf, hari ini aku tidak bisa pulang ke Apartemant, karena Mama menyuruhku kerumah. Katanya ada keperluan penting yang tidak bisa ditinggal, Tidak apa-apa kan sayang aku hari ini menginap di rumahnya Mama?” tanya Reyhan.
“Oh iya sayang tidak apa-apa,” jawab Naraya dengan tetap terlihat riang. Tak ingin membuat Reyhan khawatir.
“Ok sayang, see you,” ucap Reyhan. Setelah itu terdengar panggilan terputus. Entah kenapa ada perasaan aneh dalam hati Naraya, tidak tahu perasaan apa yang Naraya rasakan saat ini.
“Entah bagaimana perasaan Naraya, jika dia mengetahui penghianatanku selama ini. Wanita baik hati yang menjadi istriku. Aku tidak bisa membayangkan hancurnya hati Naraya. Memikirkan cara untuk memberitahu Naraya yang sebenarnya, membuatku benar-benar sangat takut. Entah apa rencana tuhan untuk aku setelah ini. Bagaimana hubunganku setelah ini dengan Naraya, jika aku memutuskan untuk memilih Cintya untuk menjadi satu-satunya wanita dalam hidupku. Mungkin dulu cinta itu memang ada untuk Naraya. Namun setelah Cintya hadir lagi dalam hidup ku, cinta itu memudar dengan sendirinya. Terlebih lagi dorongan kedua orang tuaku untuk bersama dengan Cintya. Cuma gara-gara asal usul Naraya yang tidak jelas, menjadikan orang tua ku benci setengah mati dengan Naraya. Tidak menganggap Naraya sebagai menantu sampai saat ini. Padahal pribadi Naraya begitu baik dan halus. Sudah berbagai cara yang sudah dia lakukan supaya bisa mengambil hati kedua orang tua ku. Namun tetap saja kedua orang tuaku tidak menghargai Naraya sama sekali. Mereka semakin menginjak- injak harga diri Naraya.
"มึงมีรูปนี้ด้วยเหรอ" วันหนึ่งจอมทัพไปค้างที่บ้านของแมกมา เขาไม่มีอะไรทำเลยเดินสำรวจไปทั่วบ้านก่อนจะเห็นว่ามีรูป ๆ หนึ่งในตู้โชว์ซึ่งมันเก่าและซีดจางมาก รูปใบนั้นเป็นรูปถ่ายรวมของเด็กนักเรียนชั้นอนุบาล และจอมทัพจำได้ดีว่ามันเป็นชุดเครื่องแบบกับโรงเรียนที่เขาเคยเรียน"อืม รูปถ่ายรวมตอนอนุบาลน่ะ""มึงอย่าบอกนะว่ามึงเคยเรียนโรงเรียนนี้อะ""อืม""แล้วมึงคนไหน" จอมทัพใจเต้นตึกตักเมื่อมองตามปลายนิ้วของอีกฝ่ายที่กำลังเคลื่อนไปยังจุดหมาย เขานึกสังหรณ์ใจอยู่แล้วแต่ก็ไม่คิดว่ามันจะบังเอิญได้ขนาดนี้"ใช่เหรอวะ มึงแกล้งกูปะเนี่ย ไม่ใช่ว่าเห็นแม่กูพูดแล้วมึงเอามาอำกูนะ"เหมือนแมกมาจะรับรู้ได้ถึงการไม่ยอมรับความจริงของจอมทัพ เขาจึงพาอีกฝ่ายขึ้นไปด้านบน เปิดลิ้นชักหัวเตียงหยิบเอาอัลบั้มภาพเล็กๆ อัลบั้มหนึ่งออกมาเปิดให้ดู ในอัลบั้มนั้นมีภาพของเด็กคนหนึ่งหน้าตาน่ารักเหมือนตุ๊กตาอยู่เต็มไปหมด จอมทัพจำมองกรอบรูปบนหัวเตียงซ้ำอีกครั้ง เขามาค้างที่นี่และเห็นมันบ่อยแล้วแต่ก็ไม่นึกเอะใจอะไรเพียงเพราะเด็กที่เห็นในภาพใส่ชุดไพรเวท จึงคิดไปว่าคงไม่ได้มีความเกี่ยวข้องอะไรกัน"นายน่ะชอบเรามาตั้งแต่ตอนเด็ก แล้วตอนโ
"ทัพ เสร็จรึยังลูก""เสร็จแล้วแม่ รอทัพด้วย!" จอมทัพตะโกนตอบรับแม่ตัวเองก่อนจะวิ่งตึงตังลงบันไดมาด้านล่าง วันนี้ครอบครัวของเขามีนัดสำคัญที่พลาดไม่ได้ และแม่ของเขาก็ดูจะตื่นเต้นมากเป็นพิเศษ"แล้วพ่อล่ะแม่""พ่อไปก่อนแล้วน่ะสิ เห็นบอกว่าขาดเหลืออะไรจะได้ไปหาซื้อได้ทัน เห็นแบบนี้นะ พ่อเราน่ะตื่นเต้นยิ่งกว่าแม่อีก เมื่อคืนก็ไม่หลับไม่นอน ชวนแม่คุยทั้งคืน""ทำอย่างกับพ่อแม่ไม่เคยทำงั้นแหละ แล้วอีกอย่างคนที่ควรตื่นเต้น ต้องเป็นแมกมามากกว่า""โถ่ลูก ทัพไม่รู้สึกดีใจอะไรกับเขาเลยเหรอ แม่ล่ะน้ำตาจะไหลทุกทีที่เห็นลูกหลานประสบความสำเร็จ""ทัพก็ดีใจนะแม่ ตั้งแต่รู้ข่าวตอนแรกเลย แต่นั่นมันก็ตั้งครึ่งปีมาแล้วอะ ไม่รู้จะดี๊ด๊าไปทำไมอีก""จะผ่านไปนานแค่ไหน ถ้ามันเป็นเรื่องดีแม่ก็ยินดีทั้งนั้นแหละ เอ้า เร็ว ๆ พาแม่ไปเร็ว ๆ เลย เดี๋ยวจะเลยฤกษ์งามยามดีซะก่อน"สองแม่ลูกใช้เวลาไม่ถึง 10 นาทีก็เดินทางมาถึงที่หมาย จอมทัพกับแม่ลงจากรถ มองไปยังสถานที่แห่งหนึ่งเบื้องหน้าที่มีคนมุงออกันอยู่หลายสิบคน"มาได้เวลาเลยแม่ เร็วเข้า จะได้ทำพิธีเปิดร้านใหม่สักที"คนที่ยิ้มแฉ่งจนหน้าบานเป็นจานดาวเทียมอย่างปราณีเดินรุดหน้
ช่วงนี้แมกมามาที่ร้านทุกวันตั้งแต่หัวค่ำยันปิดร้าน ถึงแม้สถานการณ์จากการถูกคุกคามจะดีขึ้นแต่มันก็ยังคงมีอยู่ นอกจากร้านของเขาจะถูกซุ่มทำความเสียหายเป็นครั้งคราวโดยที่ยังหาตัวคนกระทำผิดไม่ได้แล้ว พนักงานที่ร้านก็เริ่มจะบ่นมากขึ้นเรื่อย ๆ จนเขาเริ่มมีความคิดที่อยากจะขายร้านขึ้นมาตงิด ๆความกลัดกลุ้มเรื่องนี้ทำให้แมกมากรอกเหล้าเข้าปากยิ่งกว่าน้ำเปล่า ทั้งที่เขาไม่คิดจะมันอีกนับตั้งแต่เสียพ่อไประหว่างนั้นก็มีเรื่องหัวใจผุดขึ้นมาแทรกเรื่องงานอยู่เป็นระยะ ชายหนุ่มนั่งนึกภาพของลาวาที่กำลังมีความสุขขึ้นมาก หัวเราะร่าเริงไปกับสิ่งรอบตัวในแบบที่เขาไม่เคยเห็นมาก่อน ดูก็รู้ว่าเป็นอิทธิพลที่ได้รับจากครอบครัวของจอมทัพมันเป็นสิ่งที่เขาควรดีใจ แต่ในใจกลับรู้สึกวูบโหวง แมกมาอยากจะพัฒนาความสัมพันธ์ให้มันชัดเจนกว่านี้ แต่ติดตรงที่ว่าน้องชายของเขาในตอนนี้กำลังดีขึ้น และดูเหมือนว่าจอมทัพจะสนใจลาวามากกว่าเขา พากันไปนั่นไปนี่บ่อยกว่าเขาที่พยายามเข้าหาเสียอีก มันอาจจะเป็นไปได้ว่าครั้งนี้เขาอาจจะต้องยอมพ่ายแพ้ให้กับน้องชายตัวเอง ไม่ใช่เพราะเขาคิดว่าตัวเองไม่หนักแน่นกับความรู้สึกแล้วไม่ยอมเดินหน้าต่อ แต่เป็น
"พวกมึงมาได้ไงวะ""ทำไมพูดแบบนั้นล่ะลูก เพื่อนอุตส่าห์แวะมาหาทั้งที พูดจาให้มันดี ๆ สิ"กำลังผิวปากเดินเข้าบ้านอย่างอารมณ์ดีจอมทัพก็ต้องชะงักเมื่อเจอสองพี่น้องนั่งอยู่ด้วยกันตรงโต๊ะตัวหนึ่งหน้าบ้าน สำหรับลาวาแล้วจอมทัพไม่ได้อะไรเพราะเพิ่งจะเจอกันไปเมื่อไม่กี่วันก่อน แต่กับแมกมาเขาก็ปฏิเสธตัวเองไม่ได้ว่า พอไม่ได้เจอกันนาน ๆ แล้วเขาก็เหงาปากอย่างบอกไม่ถูก ใจหนึ่งก็ยังรู้สึกเคืองอีกฝ่าย แต่อีกใจก็แอบดีใจอยู่ลึก ๆ ที่ได้เห็นหน้า"มาทำไมวะ" เขาถามขึ้นลอย ๆ พยายามไม่เจาะจงว่าถามใคร แต่แมกมากลับรู้ตัวเป็นอย่างดีว่าจอมทัพหมายถึงเขาแน่ ๆ"พาน้องมาขอขมาแม่""หือ" จอมทัพหันขวับไปทางคนสองคนที่นั่งอมยิ้มนิด ๆ สลับกับหันไปหาแม่ตัวเองที่กำลังง่วนอยู่กับการลวกผักใส่ชามให้ลูกค้า"แม่ไม่รู้หรอกนะว่าไปมีเรื่องอะไรกัน แต่วันนี้แมกมากับลาวาพากันเอาดอกไม้มาไหว้แม่ แล้วก็เล่าเรื่องทั้งหมดให้แม่ฟังแล้ว แม่คิดว่าแม่เข้าใจทุกอย่างแล้ว เหลือแค่ทัพแล้วว่าจะยอมฟังพวกเขารึเปล่า""ฟังอะไรอะแม่ ทัพต้องฟังอะไรอีก ทัพขอตัวขึ้นข้างบนก่อนนะ มีงานต้องทำ" ก็วันนี้เขาเพิ่งจะไปทำแผนงานของตัวเองกับพาขวัญมา ก็เลยถือโอกาสใช้เร
ชาญชัยหายออกไปพักใหญ่ก็กลับมาพร้อมกับคำสบถที่ฟังแทบไม่ได้"ไอ้เด็กลาวาก่อเรื่องอีกแล้ว มันเจ็บอยู่แท้ๆ ยังกล้านัดคนมาท้าตีท้าต่อยในร้านคนอื่น รอบนี้กูไม่ทนแม่งแล้ว ไอ้บิ๊ก มึงโทรตามพี่มันมาเคลียร์ด้วย" เขาเดินกลับเขามาในร้านก่อนจะตะโกนบอกพนักงานคนหนึ่ง"พี่ใจเย็นๆ ก่อน"จอมทัพกับศิวัชเองพอรู้เรื่อง
"อร่อยมั้ย""ก็ดี แต่มะม่วงไม่เปรี้ยวเลย แตงกวาก็ไม่กรอบ น้ำจิ้มก็งั้น ๆ" จอมทัพตักเครื่องเคียงที่หั่นเต๋าเอาไว้ทีละสามสี่ชิ้นวางลงบนแผ่นแป้งรองด้วยผักกาดหอม มันไม่ได้ดีเลิศก็จริง แต่จะกินทิ้งกินขว้างก็เสียดาย เขาจึงใช้วิธีการยัดเข้าไปตามด้วยกรอกน้ำจิ้มใส่ปากตามทีหลัง"วิธีกินแปลกดีนะ""ไม่แปลกหรอก
"มึงแต่งหล่อขนาดนี้ จะไปปาร์ตี้ที่ไหนไม่ทราบ"พอมาถึงบ้านแมกมา จอมทัพก็นั่งรออีกฝ่ายอยู่ด้านนอก ไม่นานเจ้าของบ้านก็เดินออกมาพร้อมกับใบหน้าที่ดูหล่อเหลาเอาการ เส้นผมสีน้ำตาลอ่อนถูกจัดแต่งเป็นทรงปัดเสยไปทางด้านหลังเผยให้เห็นกรอบหน้าชัดเจน เสื้อผ้าก็เป็นชุดธรรมดา ๆ กางเกงยีนส์เสื้อยืดแขนสามส่วนสีน้ำเง
"ฮึก..ก"จอมทัพที่นอนพลิกตัวอยู่บนเตียงกระเด้งตัวลุกขึ้นนั่งพร้อมกับอะไรบางอย่างที่กำลังรวมตัวกระจุกกันอยู่ในลำคอ เขาปิดปากตัวเองพยายามระงับอาการพะอืดพะอมที่เพิ่มระดับความรุนแรงมากขึ้นเรื่อยๆยังไม่ทันจะได้ขยับตัวไปมากกว่านั้น ก็มีถังขยะใบเล็กยื่นมาตรงหน้า ราวกับรู้ว่าอะไรเป็นอะไร จากที่พยายามอดกลั





