BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN
Laki-laki itu, berbicara terbata-bata dengan posisi setengah merundukan badan, dan kedua tangan di letakkan ke atas lutut guna menopang tubuh lelahnya.
Degup jantungnya terdengar lumayan keras, keringatnya mengalir bercucuran membasahi seluruh wajah. Laki-laki yang bernama Johan, atau yang sering di panggil dengan sebutan Uda Jo itu menunjuk-nunjuk ke arah perkebunan sawit milik dirinya.
"Di ma, ado mayat Da?" Mas Zaki, menanyai uda Jo, yang masih terkulai lemas karena kelelahan berlari. Mas Zaki membantu uda Jo untuk duduk.