Resep Rahasia Sang Pecundang
“Dasar gila. Dia benar-benar membagikan semuanya!”
Di tengah panggung, wajan tua Radit, yang tergeletak di sampingnya, mulai bereaksi. Besi hitam itu bergetar hebat sebelum mulai bersinar dengan cahaya keemasan yang sama. Permukaannya yang penyok dan hangus berubah menjadi layar, memproyeksikan kilasan-kilasan memori: gambar nasi goreng pertama yang hambar, api ‘Wok Neraka’ yang menyala, ombak rasa dari persembahan Nyi Roro Kidul, dan akhirnya, butiran Beras Purba yang berkilauan. Wajan itu adalah saksi bisu seluruh perjalanannya.
Cahayanya mencapai puncak, menyilaukan seisi stadion untuk sesaat, sebelum akhirnya… pudar.
Hot Chapters