Dua Tuan Tampan
Ia merasa, untuk pertama kalinya setelah dipecat, ada secercah harapan yang muncul.
Ia mengambil pensilnya, lalu mulai menggambar. Kali ini, ia mencoba menangkap ekspresi Bima. Bagaimana matanya berbinar saat berbicara tentang seni, dan senyum hangatnya yang menular. Raina tenggelam dalam proses menggambar, melupakan sejenak masalah finansial, melupakan bayangan angkuh Arjuna, melupakan segala beban yang menghimpitnya. Hanya ada dia, pensilnya, dan semangat yang baru saja ia temukan kembali.
Hot Chapters