SUAMIKU KEKASIH IBUKU
Dokter Budi keluar dari balik tirai, masker masih menggantung setengah, sorot matanya serius tapi tidak lagi setegang tadi.
“Stabil bagaimana, Dok?” tanya Jati serak.
“Terjadi perdarahan ancaman,” jawab dokter tenang. “Istilahnya abortus imminens. Kandungan belum gugur, tapi sangat rawan. Kami sudah hentikan perdarahannya, beri obat penguat. Sekarang pasien harus istirahat total.”
Jati menghela napas panjang. Udara terasa kembali masuk ke paru-parunya setelah tertahan terlalu lama. “Anaknya?”