Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tragedi Pernikahan Paksa

Tragedi Pernikahan Paksa

Setelahnya, menggelar sajadah dan menunaikan kewajibannya serta melafalkan doa-doa dengan khusyuk yang terus mendapat perhatian dari Melati. Meskipun dirinya juga sudah diajarkan ilmu pengetahuan agama sejak kecil oleh sang ayah dengan mendatangkan guru ngaji ke rumahnya, namun Melati sangat jarang sekali melakukan ritual ibadah, bahkan dia sudah hampir lupa kapan terakhir kali dia melakukan sholat, tepatnya mungkin ketika dirinya beranjak remaja.
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai agama cikgu melati
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Si Kaya

Terjebak Cinta Si Kaya

Elisa sendiri sangat menyukai Red Velvet Latte dan tak pernah mengganti pesanannya sampai-sampai pegawai di sana sangat hafal. "Eh, eh, kalian tau kan Pak Aan guru Matematika yang baru itu?" tanya Meria memulai percakapan asyik mereka. "Iya tau, kenapa kenapa?" tanya Elisa penasaran. "Ganteng banget!" Meria berseru dengan bersemangat. "Nah, ini murid... alamat jelalatan matanya kalau diajar sama guru itu, " ledek Agusta.
1015.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 583 kali sebagai agama cikgu melati
Baca
+Pustaka
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

Melati pergi menemui Cakra yang duduk bersandar ke pohon sambil makan ubi manis. Melati heran melihat pendekar besar sudi bersusah payah membakar ubi, padahal bisa menggunakan ilmu Cipta Saji. "Apakah pertukaran ini tidak berbahaya bagi gusti pangeran? Kita datang berdua, sedangkan Tapak Mega mengerahkan separuh kekuatan." "Ilmu Tembus Pandang yang kau miliki bukan untuk menggentarkan diri sendiri, untuk mengetahui kekuatan musuh."
9.947.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai agama cikgu melati
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Terima kasih buat semua readers, teristimewa untuk yang memberi quotes dan gem, kehadiran kalian telah memberi sumbangsih besar dalam penyelesaian cerita ini. Sudah terbit: Mengejar Cinta Puteri Bangsawan
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
MATI RASA

MATI RASA

Imbuh Aulya dengan suara lantang. "Kak, aku tau kakak mau melanjutkan pendidikan kakak... menjadi seorang mu'alimah adalah cita-cita kakak, aku tau itu tapi ada suatu hal yang perlu kakak tau mungkin selama ini sudah ditutupi oleh Abi dan umi" raut wajah Nabil berubah seketika. "Apa!" Jawab aulya singkat. "Umi, sakit kak dan tabungan Abi untuk kakak itu sudah habis terpakai buat pengobatan umi!"seketika airmata Nabil jatuh.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai agama cikgu melati
Baca
+Pustaka
Bukan Pelakor

Bukan Pelakor

Melati menatap Reina tak percaya. Melati hanya menggelengkan kepalanya dan matanya berkaca-kaca karena melihat hal yang sama sekali tak terduga di ponsel sahabatnya. "Nah, makanya aku tuh tanya kamu. Kamu beneran udah nikah sama Adam?” tanya Reina lagi. “Iya, aku beneran udah nikah sama Mas Adam, meskipun masih nikah secara agama saja.” Melati menjawab dengan yakin.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai agama cikgu melati
Baca
+Pustaka
Mutiara Sang Rahwana

Mutiara Sang Rahwana

Aroma jamu itu pasti berasal dari jamu yang dimaksud mama Bima tempo hari. Gemetar, wanita mungil itu menyembunyikan dirinya di dalam selimut. Apa-apaan ini? Kenapa mama Bima bisa senekat ini? Bagaimana kalau jamu itu bikin Bima lepas kendali di sana? Bisa-bisa gepeng Tiara kalau Bima nekat memperkosanya! Ah, bukan memperkosa sih, memaksa lebih tepatnya! Tapi, gimana kalau justru Tiara yang lepas kendali dan malah menyerang Bima duluan gara-gara jamu petaka itu?
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 441 kali sebagai agama cikgu melati
Baca
+Pustaka
Pesugihan Genderuwo

Pesugihan Genderuwo

Tapi rasa dingin mulai menjalar dari tengkuknya. "Bagas, fokus," ujar Kyai Ahmad, suaranya memecah gangguan yang dirasakan Bagas. "Jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatianmu. Ini baru permulaan." Bagas mengangguk, mencoba menenangkan pikirannya. Kyai Ahmad kemudian mengambil bunga melati, menaburkannya ke dalam air suci sambil terus membaca doa. "Melati ini simbol kesucian, untuk melawan kegelapan yang mendominasi Genderuwo."
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai agama cikgu melati
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang Seorang Tutor

Hasrat Terlarang Seorang Tutor

Dan itu terdengar seperti sedang …. Aku diam-diam merapatkan kedua kaki, berusaha menekan hasrat yang hampir memuncak. Tidak, tidak boleh. Ini rumah muridku. Aku tak berani membayangkan jika terjadi sesuatu yang memalukan, bagaimana mungkin aku masih bisa kembali mengajar dengan kepala tegak? “Bu Guru, apa Ibu gatal?” Pertanyaan Citra langsung menyadarkan aku, membuatku terkejut hingga kata-kataku tersendat.
12.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai agama cikgu melati
Baca
+Pustaka
Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan

Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan

jawab Tharie hati-hati. “Boleh saja.” Melati menyilangkan tangan di dada. “Aku cuma penasaran, apa benar Pak Gilang batal pindah karena kamu?” Pertanyaan itu seperti batu kecil yang dilempar ke danau tenang. “Kamu dengar dari mana?” tanya Tharie. “Ruang guru tidak pernah benar-benar sunyi.” Tharie terdiam. Melati melangkah lebih dekat. “Kamu tahu kan, banyak yang bilang kamu egois?”
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai agama cikgu melati
Baca
+Pustaka
Anak Untuk Mas Agam

Anak Untuk Mas Agam

Kepala sekolah tampaknya tidak yakin. Gentari menegang, gawat kepala sekolah mengetahui hal buruk itu. Gentari tak bisa berkutik, niatnya ingin duduk dan melihat orang-orang di depan pintu pun urung dia lakukan. "Pergaulan zaman sekarang memang benar-benar buruk, Pak." Suara asing itu turut menyapa indra pendengarannya. "Pak Agam, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Harusnya anda tidak menyaksikan dan mendengar kabar ini, saya sendiri malu menghetahui salah satu siswi kami hamil sementara dia masih sekolah."
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai agama cikgu melati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status