Jiwa Yang Terluka
Sama kondisinya dengan Ellea, cairan merah itu seketika membasahi wajah serta tangan Ellea yang masih belum melepaskan cengkeramannya.
"Kenapa menangis? Apa kau kesakitan temanku? Ah, aku minta maaf ya, karena aku SENGAJA melukaimu!"
Lagi, Ellea kembali mengeluarkan tawanya, tetapi berbeda dengan sebelumnya. Ada cairan bening yang ikut keluar dari kedua netranya. Bahkan disituasi seperti ini Ellea masih merasakan kesedihannya, hatinya seolah menolak melakukan ini semua, tetapi tidak dengan raganya yang terus menerus dikendalikan oleh amarah. Sehingga tanpa perasaan dirinya mampu membut semua orang mengalami luka sama sepertinya.