Nafkah Batin Basi
“Baik, aku tahu sekarang. Kamu mungkin sakit hati, ya, karena beberapa waktu itu kita sempat memulainya tetapi tertunda. Aku lalai memberikan nafkah batin pada kamu sebagai istriku. Baik, aku minta maaf. Meskipun tidak sepenuhnya aku yang salah, aku yang minta maaf. Malam ini, tolong izinkan aku untuk menunaikan tugasku sebagai seorang suami. Aku berjanji akan memberikan kebahagian abadi pada kamu, Sayang! Kebahagian lahir dan batin. Kita masih pengantin baru, belum terlambat untuk memulainya malam ini, kan?”
“Maaf, aku ulang lagi, nafakah batin yang ingin kau berikan padaku sudah basi. Dan aku tak mau memakan makanan basi, Mas! Aku jijik. Mau muntah, sory!”
Amelia memutar anak kunci,
Bab Populer