Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
VERDINDA

VERDINDA

Netral. Ia beranjak dari kasur lalu menuju ke balkon kamar, sebelum itu ia sudah membuat cokelat hangat untuk melepas segala beban pikiran yang terlintas di benaknya. Ia disini, membaca sebuah novel yang baru dibelikan Verdi beberapa hari yang lalu. Wajahnya berubah-ubah saat membaca novel itu. Ia berhasil tersenyum, tertawa, bahkan terbawa perasaan dengan sedikit air mata yang menetes mengenai lembar ke lima puluh dari buku itu.
103.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 86 Beses bilang analisis novel rumah kaca
Read
+Library
Bertahan Atau Dimadu?

Bertahan Atau Dimadu?

Nafas Rian kembali tercekat untuk yang kedua kalinya. Membaca synopsis novelnya saja sudah menyedihkan. Ceritanya tidak beda jauh dari buku pertama yang tadi ia baca. Tentang keluarga yang tercerai berai karena tokoh antagonis. Rian tidak sadar saat memilih buku tadi. Baginya dia hanya mengambil buku yang sampulnya menarik untuk dibaca. “Oke kita mulai baca buku pilihan Kak Lily. Jadi suatu hari ada keluarga pohon cemara yang berada di atas hamparan salju Gunung Fuji,” kata Rian memulai ceritanya.
12.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 367 Beses bilang analisis novel rumah kaca
Read
+Library
Limerence

Limerence

Dia menarik koper cokelatnya pelan-pelan menuju satu-satunya kamar di ruangan bercat putih, memasukkan satu per satu baju ke lemari besar. Kamarnya tidak buruk, ada ranjang ukuran queen, televisi, lemari di sisi kanan, dan balkon kamar yang langsung menghadap ke gedung-gedung bertingkat. Ada jendela kaca ukuran besar yang memungkinkan Caca melihat suasana luar dari dalam kamarnya. Caca biasa menulis sambil menatap pemandangan sekitar. Dia seorang gost writer sejak memasuki kuliah dan klien pertamanya adalah sang kakak sendiri. Abian mengamati adiknya, tahu ada hal yang berusaha disimpan sendiri. "Kamu kalo ada masalah, cerita sama Mas."
104.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 181 Beses bilang analisis novel rumah kaca
Read
+Library
Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Sambil duduk di sofa juga bisa melihat pemandangan halaman samping kediaman melalui jendela yang juga bisa di buka agar angin bertiup masuk melalui jaring steril sehingga debu tidak ikut masuk yang bisa menyebabkan buku dalam ruangan menjadi rusak. "Novel? Kamu membaca novel, Pookie?" Camille mengambil sebuah buku novel yang terdapat pada tumpukan buku di atas meja. Dia tidak menduga jika Martin suka membaca novel. "Uhm, ini novel best seller yang diterbitkan dalam banyak bahasa. Aku penasaran dengan judulnya jadi membelinya." jawab Martin mengambil sebuah buku tentang bisnis dan duduk di sofa. Camille ikut tersenyum membaca judul novel yang dia pegang tersebut. "Terlilit Hutang : Dinikahi P
106.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 190 Beses bilang analisis novel rumah kaca
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Mungkin bukan jauh, Kang. Tapi kita yang jarang mendekat. Kitab itu bicara dengan simbol, dengan bahasa yang kadang terlalu luas buat hati yang sempit. Padahal, tiap karya manusia—novel, film—sebenarnya hanya pecahan kecil dari samudra makna yang ada di kitab.” Asap rokok Panca melayang pelan. Ia tersenyum, kali ini lebih dalam. “Saya jadi ingat, Kang… waktu baca novel Akang, saya merasa kayak diajak mikir, tapi juga diajak berdoa. Padahal itu fiksi.”
1011.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 329 Beses bilang analisis novel rumah kaca
Read
+Library
Aku, Raja Mafia dan Bayang-Bayang Kekuasaan

Aku, Raja Mafia dan Bayang-Bayang Kekuasaan

Bahkan kaca jendelanya menggunakan material laminasi antipeluru yang tidak dapat dibuka dari dalam. Rumah itu memang melindunginya dari dunia luar, tetapi sekaligus memisahkannya dari kebebasan. Ia berhenti di depan salah satu jendela dan meletakkan telapak tangannya pada permukaan kaca yang dingin. Di luar, angin menggerakkan dedaunan dengan lembut. Alam tetap berjalan sesuai hukumnya, sementara manusia sibuk menciptakan kekacauan atas nama ambisi, cinta, dan dendam.
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 54 Beses bilang analisis novel rumah kaca
Read
+Library
Dia Milikku

Dia Milikku

Plak Novel yang dia baca jatuh ke wajahnya dan dia pun tidak tersadar karena sudah terlalu berat menahan mata yang mengantuk sejak tadi dan dia juga lelah karena membaca novel hingga larut. Tiba-tiba Ibunya mendatangi kamar Sinta dan melihat novel berasa di wajah Sinta Ibunya pun mengambil buku itu dari wajah Sinta. "Lah ini kok novelnya yang baca kamu sih Sin," ucap Ibunya sambil mengambil novel dari wajah Sinta. "Ya ampun ternyata sudah tidur anak gadis Ibu," ucap Ibu Sinta. Ibunya pun menarik selimut untuk menyelimuti Sinta yang sedang tidur dan mematikan lampu kamar Sinta dan Ibunya pun pergi beristirahat ke kamarnya.
1.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 54 Beses bilang analisis novel rumah kaca
Read
+Library
Jodoh di Tangan Kakek

Jodoh di Tangan Kakek

“Oke, kita ke rumah yang kedua.” Kemudian Rafif melajukan kembali mobilnya dan sampailah di perumahan elit yang masih berada di Kawasan Jakarta Selatan. Alea kemudian menatap rumah yang lebih minimalis dari rumah pertama, rumah dengan dua lantai dengan sebagian besar dindingnya terbuat dari kaca-kaca besar sehingga membuat cahaya masuk ke dalam dengan mudah dan menjadikan rumah itu terlihat terang.
3.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 94 Beses bilang analisis novel rumah kaca
Read
+Library
Contract Marriage with A Boss

Contract Marriage with A Boss

"Tapi, kenapa?" Angkasa datang mendekat ke posisi Kanaya yang masih berdiri di dekat mobil lalu meraba pipi Kanaya dengan sensual. Kanaya memejamkan mata menikmati sentuhan Angkasa yang tak pernah gagal membuatnya berdesir. "Nanti kamu akan tahu. Lebih baik kita masuk ke dalam, ayo!" Kanaya terpukau dengan rumah besar itu. Rumah itu sebagian besar dindingnya terbuat dari kaca yang memungkinkan penghuninya dapat menikmati keindahan pantai dari dalam setiap saat.
101.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 57 Beses bilang analisis novel rumah kaca
Read
+Library
Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa

Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa

Berbentuk seperti rumah tradisional modern, terbuat dari dinding kayu dan batu alam yang kokoh. Akan tetapi, bagian yang paling menakjubkan adalah lantai duanya. Hampir seluruh sisi lantai itu dilengkapi oleh kaca bening. Dari sana, siapapun bisa melihat pemandangan 360 derajat ke arah hamparan perkebunan teh tanpa halangan. Itulah alasan mengapa Dastan menyebutnya sebagai "Rumah Kaca".
10135.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.9K Beses bilang analisis novel rumah kaca
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status