Terjebak Mantra!
Perasaan kagum yang kemudian berubah menjadi rasa bangga, terutama jika kawan-kawan dari negara lain mulai bertanya macam-macam tentang Indonesia pada saya.
Awal semester di musim panas lalu saya mengambil satu program seminar yang judulnya kurang lebih adalah “kolonialisme, globalisasi dan teater”. Seminar ini menjadi sebuah dialektik tersendiri, untuk pandangan pribadi, maupun dalam konteks keilmuan saya. Seminar ini fokus pada situasi neo-kolonial di negara-negara bekas jajahan, terutama Afrika. Dibawah dikte globalisasi neoliberal, diperlakukan analisis untuk memahami proses sejarah dan aspek spesifik dari efek budaya kolonial di negara-negara bekas jajahan. Pada saat yang sama kemuncula