Bara Dendam Sagara
Momentum bambu itu tidak dihancurkan, tapi diserap, dialihkan, dan diredam dalam pelukan arus yang berputar.
Wuuush… wush… wus…
Ayunan bambu yang tadinya ganas kini melambat dengan anggun, seolah menari dalam gerakan lambat. Ia terus berputar dalam genggaman energi Sagara, hingga akhirnya berhenti total, tergantung di udara satu jengkal di depan dada Sagara, tanpa bergetar sedikit pun.
Sagara menatap bambu itu, napasnya tertahan. Ia tidak merasakan benturan. Ia tidak merasakan perlawanan. Ia hanya merasakan kesatuan.
Hot Chapters