Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Tatapan Wei terus mengikuti semua gerakan pacar kakak sepupunya. "Besok sore aku akan pulang." Wei mengangguk. "Okay. Tapi, apa nggak minta diantar Kak Marvel saja?" "Tidak!" Wei mengerjapkan matanya mendengar suara Grace yang ditahan. "Wei, pesankan. Tapi, hati-hati. Sekarang hujan badai. Wei lihat di berita banyak pohon tumbang." Grace mendengarkan sembari terus mengemasi barangnya.
1046.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Jodoh Pilihan Dewa

Jodoh Pilihan Dewa

Namun, ekspresi bahagia itu tiba-tiba sirna ketika Timmy terpaku menatap layar televisi yang menyatakan ramalan cuaca pekan ini. 'Badan meteorologi baru saja menyampaikan bahwa ada pergerakan besar di langit, diperkirakan hujan meteor akan mengarah ke kota Hefei dalam waktu dekat.' Seketika itu mata sipit Timmy melebar. 'Apa yang terjadi dengan Xiao Le?' Dengan cepat Timmy meraih ponselnya dan berusaha menghubungi Li Xiao Le. Tapi setelah berkali-kali tidak mendapat tanggapan, wajahnya semakin serius dan khawatir.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Malam yang panas

Malam yang panas

Musim hujan datang. Hujan deras turun hampir setiap sore, membawa aroma tanah basah dan nostalgia masa-masa awal Reza dan Nadia saling mengenal. Di dalam rumah mereka yang hangat, suasana dipenuhi suara-suara kecil Aluna yang mulai berceloteh. Ia belum bisa berkata-kata jelas, tapi gumamannya seperti musik bagi telinga Reza dan Nadia.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Cintaku 100 Hari

Cintaku 100 Hari

Langit sore tampak sedikit menggelap, angin berembus membawa aroma tanah yang khas tanda hujan akan segera turun. Belum sempat Zira berkata apa-apa, tetesan air jatuh mengenai tangannya. “Hah?” Zira menengadah. “Hujan?” Belum sempat ia bereaksi, hujan turun semakin deras. “Ah!” Zira refleks menutup tasnya dengan tubuhnya sendiri.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
DASAR BENALU!

DASAR BENALU!

Hujan lebat mengguyur kota Surabaya sore ini. Aku khawatir Nizar akan membatalkan acara. Beberapa kali aku menengok kaca jendela untuk melihat apakah hujan sudah reda. Gaun hitam menggantung di dekat cermin.
9.613.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Di ujung penantian

Di ujung penantian

"Ga bawa mas, tadi pagi kayaknya cuaca cerah, eh ternyata sore hujan." "Memang beberapa hari ini, cuaca sulit ditebak, kadang tiba-tiba hujan, kadang tiba-tiba panas." Ujar Erlangga sambil menaruh peralatan bengkel di samping motor Hima. "Iya mas." "Ini mba, minum dulu tehnya, nanti ndak masuk angin." Ucap Joko sambil menaruh segelas teh hangat di samping Hima.
1010.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
DIOFANO

DIOFANO

Karena sejak pagi matahari bersinar tanpa redup tapi saat menjelang sore hujan pun turun dengan derasnya. Hal yang membuat Anna enggan pulang ke kosnya, dia lebih memilih menunggu hujannya reda saja. Padahal tadi udah diajak pulang sama Iza tapi ia menolak, alasannya sederhana Anna mau tidur nyenyak malam ini. To much information, Anna nih suka bau hujan tapi alergi sama air hujan, kalau kena air hujan kulitnya langsung berbintik merah dan gatal – gatal makanya ia memilih nggak mau pulang dulu. Meskipun Iza sudah menawarkan keamanan yang terjamin padanya, tapi Anna menolak dan memilih menunggu hujannya reda saja. Dan ia pun mempersilakan Iza untuk pulang dulu. Anna lebih memilih duduk ngempe
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Sebuah doa sekaligus salam perpisahan yang ia simpan rapat dalam hati: 'Semoga, udara di sana sama menenangkannya seperti di sini, hujan yang kau jumpai di sana sama menyenangkannya dengan hujan pertama yang pernah terlewati di sini, dan malam di sana, sama tenangnya dengan malam-malam yang pernah kita lewati di sini.'
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

Matanya mulai berkaca-kaca. 'Andai aja lo tau Del,' batinnya. *** Cuaca siang itu terasa panas membakar kulit. Nampaknya sudah beberapa minggu tidak turun hujan. Jalanan penuh debu. Para pengemudi Kendaraan harus rela kendaraan mereka selalu kotor. "Oke girls. Jadi sekarang kita akan pergi ke Mall. Kita shopping, makan, kita ke salon. Enjoy the day," ucap Siska penuh kegirangan.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

kata Satpam itu "Hah ? Kok bisa pak ?" Tanya Rindiani "Coba Mbak lihat jam penutupan pendaftaran di poster itu, di situ di tulis jam terakhir pendaftaran adalah jam 10 pagi mbak, dan sekarang sudah lewat jam 10 pagi mbak," kata satpam itu menjawab pertanyaan Rindiani Rindiani yang mendengar penjelasan satpam itu langsung melihat poster yang sedang ia pegang lalu memindahkan pandangan nya ke arah jam tangannya
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai apakah nanti sore hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status