Bukan Untuk Dicintai
Arga sudah berdiri, bergerak ke jendela, menyingkirkan tirai sedikit untuk memandang ke bawah.
Jalan di depan apartemen masih seperti biasa — orang-orang berangkat kerja, ojek online, satu penjaga yang menyapu trotoar. Tapi di antara mobil-mobil yang terparkir, satu sedan hitam dengan kaca gelap berdiri agak terpisah dari yang lain, di posisi yang memberikan pandangan langsung ke jendela apartemen Serena.
"Itu mobilnya," kata Arga, suaranya berubah — lebih rendah, lebih fokus, mode yang Serena belum pernah dengar sebelumnya. "Sejak kapan dia di sana?"
Sikat na Kabanata