Terjerat Pesona Mama Temanku
Dia tahu, di dunia korporat, opini publik bisa lebih mematikan daripada persaingan bisnis.
"Aku setuju," sahut Adit, matanya menyala penuh tekad. Ekspresinya tidak lagi mencerminkan 'Adit' si karyawan kontrak yang santai, melainkan 'Arga Baskara' yang siap mengambil alih. "Aku tidak butuh belas kasihan, atau kenaikan jabatan tanpa kerja keras. Aku akan buktikan pada mereka bahwa aku bukan sekadar numpang nama."
"Bagus," kata Sarah, senyum tipis terukir di bibirnya. "Indra, sekarang waktunya rencana B. Saya sudah mengatur semuanya."