Jodohku Musuhku
“Tadi tidak setuju, sesingkat itu kamu langsung setuju. Dasar aneh!”
“Loh, bukannya itu yang kamu inginkan? Aku sudah mengalah untuk kamu loh, Arga.”
“Oke, oke!” Arga melipat kedua tangannya dan memutar bola matanya searah jarum jam 90 derajat.
“Sudah, sudah, kalian ini tidak malu apa di dengar bertengkar terus. Sudah sana, ganti pakaian kalian. Papa ingin berikan sesuatu untuk kalian berdua. Buruan!”