Selir Yang Terlupakan
Ia menangkap daguku di antara ibu jari dan telunjuknya, memiringkan wajahku sedikit ke atas agar cahaya lilin menyinari wajahku dengan jelas.
"Kau telah memainkan permainan yang sangat berbahaya, Lianhua," katanya, nada bicaranya kini menyisakan jejak sifat posesif yang gelap dan dalam. "Mendekatiku sekarang, setelah sekian lama kau bersembunyi. Apakah kau sadar sepenuhnya apa yang telah kau lakukan pada dirimu sendiri?"
Ia tak sempat menunggu jawaban dariku.