Pura-Pura Buta
jawabnya masih dengan memegang spatula.
Aku mengangguk. "Ini Mama masak sendiri?" Tidak bisa kubayangkan Mama masak sebanyak ini sendirian.
"Nggak, ada yang bantu, kok," ucapnya tanpa menoleh ke arahku. Pasti Bibi Anis--orang yang kerja beres-beres di rumah ini--yang membantu Mama. Kami tidak memakai jasa ART secara resmi. Mama lebih suka mengerjakannya sendiri. Padahal rumah ini tidaklah kecil. Bagiku cukup melelahkan kalau setiap harinya membersihkan rumah ini, apalagi dengan usia Mama yang sudah tidak muda lagi. Jadi, kucari orang yang mau bekerja setengah hari saja. Itu kesepakatanku dengan Mama. Ia masih menolak adanya ART. Apalagi yang menginap. Jadi jalan tengahnya mencari yang kerja,